facebook

Raih AMI Legend Award, Piala Pertama Bob Tutupoly di Indonesia

Tomi Tresnady | Ismail
Raih AMI Legend Award, Piala Pertama Bob Tutupoly di Indonesia
Bob Tutupoly raih AMI Legend Award di ajang AMI Awards 2015 di Ecovention Park Ancol, Jakarta Utara, Selasa (22/9/2015) [suara.com/Ismail]

Bob sebelumnya meraih penghargaan di Malaysia dan Singapura.

Suara.com - Musisi senior Bobby Willem Tutupoly atau yang lebih dikenal Bob Tutupoly meraih penghargaan kehormatan AMI Legend Award di ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2015 yang digelar Selasa malam (22/9/2015) di Ecovention Park Ancol, Jakarta.

Lelaki berusia 75 tahun itu mengaku sulit mendapatkan penghargaan di Indonesia. Padahal, ia justru sudah mendapat penghargaan dari negeri jiran, seperti Malaysia dan Singapura.

"Ini yang paling saya tunggu-tunggu. Pas dapat dari Malaysia saya berterimakasih, temasuk di Singapura saya terima dengan bangga. Tapi piala dari Ami Awards Ini puncak dari segala. Karena bagaimana pun juga ini luar biasa," ungkap Bob.

Selama 55 tahun berkarir di Indsutri musik Indonesia, Bob mengaku terlebih dahulu mendapat penghargaan dari Malaysia dan Singapura. Penghargaan dari AMI merupakan yang ketiga baginya.

Bob pun sulit untuk menjelaskan perasaan akhirnya bisa meraih penghargaan tertinggi di AMI. "Itu tidak bisa dijelaskan, Saya mensyukuri. Akhirnya masih dikenang mendapatkan penghargaan luar biasa," jelasnya.

"Saya bangga, penghargaan ini berarti bagi saya. Karena banyak yang nanya, 'Kok negara kamu belum?'" kata Bob menirukan ucapan orang.

Selain dikenal sebagai penyanyi, Bob sudah bermain di film layar lebar di era 1950-an. Karier menyanyi Bob meroket hingga negeri jiran ketika single Widuri karya Slamet Adriyadi meledak di pasaran pada tahun 1977. Bob merupakan artis serba bisa. Ia juga dikenal sebagai presenter acara TVRI.