Anang Kutuk Intimidasi Aparat di Konser SID

Madinah Suara.Com
Selasa, 23 Agustus 2016 | 16:34 WIB
Anang Kutuk Intimidasi Aparat di Konser SID
Superman Is Dead (SID) yang digawangi Jerinx (drum), Bobby Kool (gitar dan vokal), serta Eka Rock (bass) menghibur penonton di Indonesia Greaser Party 2015 di Plaza Barat Senayan, (12/4). (Suara.com/Oke Atmaja)

Suara.com - Musisi sekaligus anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mempertanyakan arogansi aparat keamaman saat mengamankan konser grup band Superman Is Dead (SID) di SMAN 1 Tabanan, Bali, Sabtu (20/8/2016) akhir pekan lalu.

Konser Superman is Dead (SID) di SMAN 1 Tabanan Bali akhir pekan lalu diketahui menjadi viral di medsos. Melalui laman fan page SID diinformasikan adanya pengamanan berlebihan yang dilakukan aparat.

"Saya menolak keras bila aksi aparat keamanan dalam konser SID dalam rangka menekan kebebasan berekspresi. Karena konstitusi telah menjaminnya dengan tegas," tegas Anang dalam pernyatannya resminya yang dikirimkan ke redaksi suara.com.

Di situ, aparat keamanan seperti intel dan tentara disebutkan memeriksa penonton dan pengisi acara agar tidak membawa atribut Bali Tolak Reklamasi (BTR). Bahkan, atribut BTR yang sempat dipasang di drum SID dilepas atas permintaan aparat.

Menurut Anang, konser SID merupakan bentuk kebebasan berekspresi tanpa kekerasan. Oleh karenanya, lanjut Anang, tak ada alasan bagi aparat bersikap berlebihan.

"Aparat harus bisa membedakan kekerasan dengan musik keras," tegas Anang.

Anang menambahkan, mestinya sikap aparat tersebut lebih dulu dikonfirmasi terkait motif dan tujuannya.

"Ini kan dipicu soal polemik reklamasi di Bali yang telah berlangsung bertahun-tahun itu. Semestinya, persoalan ini segera diselesaikan. Jangan dibiarkan menganga seperti ini," imbuh Anang.

Musisi asal Jember ini mendesak lembaga formal di tingkat provinsi Bali segera menampung aspirasi masyarakat dan mencari titik temu. Selain itu, suami penyanyi Anang Ashanty ini meminta pemerintah pusat memberikan perhatian serius.

"Ingat Bali sebagai etalase pariwisata Indonesia, semua pihak harus menjaganya agar tetap kondusif," ingat Anang.

Menurut dia, sikap SID yang menolak reklamasi dianggap sebagai sebuah ekspresi lumrah. Sebagai warga negara mereka berhak menyampaikan pendapatnya di depan publik.

"Apa yang dilakukan SID sah-sah saja. Itu hak warga negara menyampaikan pendapatnya dan eksepresinya," cetus Anang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI