Interview: Joe "P Project " Tanggapi Bentrok GMBI vs FPI

Tomi Tresnady, Wahyu Tri Laksono

Sabtu, 28 Januari 2017 | 09:03 WIB
Interview: Joe "P Project " Tanggapi Bentrok GMBI vs FPI
Joe P Project ditemui di studio Persari, kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (11/6/2016) [suara.com/Ismail]

S: Terus kalau memang sesuai dengan hukum, harusnya apa yang dilakukan Pemerintah agar ormas tak menjadi liar?

J: Seharusnya diperlukan peran pemerintah membina mereka. Harusnya setiap ormas yang ada di Indonesia itu memegang konsep ‘revolusi mental’ yang dicetuskan Presiden Jokowi.

Kalau setiap ormas memahami itu, mereka akan menapai tingkat pemikiran yang bagus. Sehingga mereka tak mudah terprovokasi dan terpecah belah yang menyelinap di ormas-ormas.

S: Apakah revolusi mental juga bisa diterapkan di ormas yang mengatasnamakan Islam?

J: Seharusnya bisa, ya balik lagi harus ditanamkan sikap asal usul bangsa kita. Seharusnya kita berpikir seperti ini, saya muslim tapi ayok kita menjadi Muslim Indonesia bukan menjadi Indonesia Muslim.

Itu yang namanya revolusi mental, kita sebagai muslim harus legowo, harus terbuka dalam pemikiran jangan punya rasa parno dan ketakutan.

S: Penyebab utama masyarakat kita ini gampang diprovokasi apa sih?

J: Sebenarnya masalah utamanya beakangan itu fanatisme yang berlebihan, seharusnya kita jangan punya fanatisme yang semu terhadap apapun, baik negara, agama, tokoh dan lainnya.

Ini bukan hanya berlaku untuk ormas Islam, tapi untuk semua ormas, warga Indonesia juga.

Karena kalau kita punya fanatisme berlebihan akan menjadi looser (orang yang kalah). Dalam berbagai ajaran agama apapun sudah disebutkan kalau sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

Menurut saya Tuhan itu tak perlu dibela, justru Tuhan lah yang membela kita. Karena kita ini kecil Tuhan punya segalanya.

Kalau kita berpikir Tuhan perlu dibela berarti kita mengecilkan kuasa Tuhan.

S: Terus, menurut Kang Jo jika ormas yang melakukan keributan dibubarkan setuju nggak?

J: Kalau memang itu menjadi sesuatu yang perlu dan lebih banyak merugikan masyarakat, kenapa tidak.

Tapi tetap harus dilihat dulu dan atas izin orang yang memiliki wewenang untuk membubarkan.

Dilihat juga banyak manfaat dan mudaratnya dulu, makanya balik lagi kitanya harus pintar-pintar juga.

S: Menurut Kang Jo, ormas yang baik tuh seperti apa?

J: Ikutin rule, peraturan, pemerintah. Membantu masyarakat, membantu sesama manusia. Dan berusaha menjadi tidak provokator dan agitasi.

Membantu indonesia untuk menjadi lebih berwibawa, berbudaya dan sopan di mata dunia.

S: Kemungkinan negara kita pecah gara-gara isu-isu semacam ini ada nggak kang?

J: Sejak dulu bangsa kita nggak pernah terpecah oleh sara, menurut saya negara kita sudah besar dan bukan lagi seperti negara di dunia ketiga.
Kita bukan macam Somalia negara dunia ketiga yang mudah terpecah belah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Main Film Ini, Joe "P Project" Dibebaskan Beradegan

Main Film Ini, Joe "P Project" Dibebaskan Beradegan

Entertainment | Minggu, 12 Juni 2016 | 04:33 WIB

Joe "P Project" Nilai Inggris dan Rusia Tak Punya Mental Juara

Joe "P Project" Nilai Inggris dan Rusia Tak Punya Mental Juara

Prancis2016 | Sabtu, 11 Juni 2016 | 22:39 WIB

Kenangan P Project Nonton TVRI di Kelurahan

Kenangan P Project Nonton TVRI di Kelurahan

Entertainment | Senin, 01 September 2014 | 13:29 WIB

Terkini

Plt Bupati Sukoharjo Jalani Pemeriksaan KPK, Penyidikan Kasus Etik Suryani Bergulir

Plt Bupati Sukoharjo Jalani Pemeriksaan KPK, Penyidikan Kasus Etik Suryani Bergulir

Jawa Tengah | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:13 WIB

Bukan Cuma yang Viral, Alyssa Daguise Beberkan Rahasia Pilih Skincare yang Aman untuk Baby Soleil

Bukan Cuma yang Viral, Alyssa Daguise Beberkan Rahasia Pilih Skincare yang Aman untuk Baby Soleil

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:12 WIB

BRIN Kembangkan Teknologi untuk Pulihkan Lahan Bekas Tambang, Seberapa Efektif?

BRIN Kembangkan Teknologi untuk Pulihkan Lahan Bekas Tambang, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:10 WIB

Anggota DPRD Medan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pengeroyokan

Anggota DPRD Medan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pengeroyokan

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:07 WIB

Memanas! Tiga Anggota DPRD Kota Madiun Walk Out dari Paripurna KUA-PPAS 2027

Memanas! Tiga Anggota DPRD Kota Madiun Walk Out dari Paripurna KUA-PPAS 2027

Jatim | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:03 WIB

Mitsubishi Xforce Apakah Pakai Sunroof? Ini Perbandingannya dengan Versi Lawas

Mitsubishi Xforce Apakah Pakai Sunroof? Ini Perbandingannya dengan Versi Lawas

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:00 WIB

Belanja Auto Dicap Boros? Perempuan dan Dilema Nikmati Hasil Kerja Sendiri

Belanja Auto Dicap Boros? Perempuan dan Dilema Nikmati Hasil Kerja Sendiri

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:00 WIB

Jelang Lawan Vietnam, Media Tetangga Sindir Timnas Indonesia dengan Bendera Belanda dan Australia

Jelang Lawan Vietnam, Media Tetangga Sindir Timnas Indonesia dengan Bendera Belanda dan Australia

Bola | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:59 WIB

Tawarkan Bunga Ringan, Penyaluran KUR Perumahan dan FLPP BRI Dominasi Kuota Nasional

Tawarkan Bunga Ringan, Penyaluran KUR Perumahan dan FLPP BRI Dominasi Kuota Nasional

Bri | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:58 WIB

Tegas! 17 SPPG di DIY Ditutup, Buntut Kasus Keracunan hingga Masalah Izin

Tegas! 17 SPPG di DIY Ditutup, Buntut Kasus Keracunan hingga Masalah Izin

Jogja | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:57 WIB

×