Fenomena Salju di Arab Saudi, Dina Lorenza Perbanyak Istighfar

Yazir Farouk | Puput Pandansari
Fenomena Salju di Arab Saudi, Dina Lorenza Perbanyak Istighfar
Artis Dina Lorenza. (Twitter@dilo75)

Terakhir, salju turun di Jabal Al Lawz (Gunung Almonds), Tabuk, Arab Saudi pada 23 November 2016.

Suara.com - Fenomena alam yang jarang terjadi tentu saja bikin orang bertanya-tanya. Ada juga yang mengaitkannya dengan pertanda hari akhir, seperti ketika salju turun di Arab Saudi misalnya.

Peristiwa itu pertama kali dilaporkan terjadi pada 2013. Media massa di seluruh dunnia pun ramai-ramai membahasnya. Terakhir, salju turun di Jabal Al Lawz (Gunung Almonds), Tabuk, Arab Saudi pada 23 November 2016.

Bagaimana orang menanggapi fenomena alam tersebut bermacam-macam. Artis Dina Lorenza misalnya yang beranggapan bahwa salju bisa ada di Arab Saudi sebagai tanda kebesaran Allah.

Sebagai seorang muslim, ketauhidan artis yang kini berhijab itu makin kuat. Karenanya, dia lebih banyak minta ampun kepada Tuhan dan beramal.

"Ya kalau aku istighfar saja deh. Karena semuanya itu bisa saja terjadi sama Allah. Ya semoga kita percayanya sama Allah bertambah deh. Itu semua buat jadi pengingat saja (akan kuasa dan kebesaran Allah) dan juga banyak beramal," katanya kepada Suara.com baru-baru ini.

Menanggapi pendapat salju turun di Arab Saudi merupakan pertanda hari kiamat, Dina punya jawaban sendiri. Anggapan itu, kata dia masih harus dikaji lagi dengan dalil-dalil yang membahas tanda hari kiamat.

"Ya kita ini semua nggak bisa mengira-ngira karena semua alam dan kehidupan itu miliknya Allah," ucapnya.

Ketimbang memikirkan kapan kiamat terjadi, Dina lebih fokus terhadap bekal apa yang sudah dipunya untuk menghadapi hari akhir nanti.

"Kalau aku meyakini saja bahwa tiap hari, aduh sudah mau akhir zaman ini jadi kita bisa lebih intropeksi diri," katanya.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS