'Lawan Trump dan Fasis!': Dari Panggung Musik Punk ke Jalanan

Reza Gunadha

Sabtu, 09 September 2017 | 16:21 WIB
'Lawan Trump dan Fasis!': Dari Panggung Musik Punk ke Jalanan
[The Guardian]

Antifa dalam aksi menentang Donald Trump

"Begitu pula pembentukan kolektif Anti-Racist Action network. Sebenarnya, gerakan Neo-Fasis/Nazi di AS kali pertama tumbuh untuk menguasai scene-scene punk era 1980-an. Selanjutnya, kedua gerakan yang berseberangan ini meluas tidak hanya di AS tapi ke Eropa," tuturnya.

Scene-scene hardcore punk, kata Mark, tidak bisa diartikan sekadar panggung pertunjukan musik. Lebih dari itu, tempat-tempat pertunjukan itu juga menjadi lokasi perencanaan aksi maupun pertukaran ide-ide politik.

Secara historis, sambungnya, gerakan Antifa di AS terinspirasi kelompok Anti-Fascist Action (AFA) di Inggris yang terbentuk era 70-an.

Kala itu, AFA dibentuk oleh komunitas hardcore punk sebagai respons terhadap membesarnya pengaruh partai politik sayap kanan seperti National Front dan British Movement.

“Tapi, akar gerakan anti-fasis/rasis di AS maupun Inggris Raya sebenarnya adalah grup-grup anti-fasis di Jerman. Nama kelompok 'Antifa' sendiri diadopsi dari gerakan antifasis di Jerman era 80'an, yang kali pertama diambilalih oleh kolektif anarkis di Portland, Oregon," terangnya.

Anti-Trump: Aksi Jalanan Punk

Thomas Barnett, vokalis band hardcore punk AS  "Strike Anywhere", menegaskan filosofi dan bentuk-bentuk aksi seperti yang dipromosikan gerakan Antifa merupakan satu-satunya cara untuk melawan Presiden Trump dan kebangkitan kaum Neo-Nazi di AS kekinian.

"Kami bukan sekadar melawan ide maupun politik sayap kanan, tapi melawan aksi kebencian serta kekerasan mereka yang bisa menghancurkan kemanusiaan. Tentu, aku percaya, aksi-aksi bentrokan Antifa dengan para Neo-Nazi itu di jalan-jalan sangat penting dilakukan," tuturnya.

Aksi-aksi massa Antifa di AS yang tak jarang diwarnai bentrokan dengan kelompok Neo-Nazi, seringkali didominasi oleh ”anak-anak punk”. Aksi seperti itu juga digelar untuk menentang Trump.

Thomas Barnett

Sebenarnya, bentuk aksi-aksi jalanan seperti itu bukan hal yang baru bagi komunitas hardcore punk di AS.

Pada dekade pertama tahun 2000'an, misalnya, mereka pernah menginisiasi aksi yang diikuti jutaan orang untuk menentang pertemuan World Trade Organization (WTO) maupun negara-negara G7.

Tak hanya itu, ketika gerombolan teroris ISIS merajalela di Suriah dan Irak, tak sedikit komunitas hardcore punk maupun Antifa yang terjun ke medan peperangan.

Misalnya Brace Belden, pemusik punk cum aktivis Antifa asal California yang bergabung dengan YPG, kelompok gerilyawan Kurdi yang beraliran kiri—memerangi ISIS di Suriah.

"Punk membantu membentuk ide-ide politik radikal saya," tutur Belden, saat ditanya mengenai keputusannya tersebut.

Bahkan di West Virginia—daerah basis terkuat Trump—aksi-aksi perlawanan terhadap sang presiden diinisiasi oleh grup band hardcore punk "Appalachian Terror Unit".

Sementara di Oakland, band punk/oi! "Hard Left" selalu ambil bagian dalam aksi-aksi protes, termasuk melawan pawai kekerasan Neo-Nazi di Charlottesville.

Selain grup-grup band, aktivis-aktivis Antifa juga menggunakan label rekaman, zine-zine (majalah komunitas hardcore punk), serta panggung-panggung pertunjukan musik sebagai medium koordinasi gerakan.

Jello Biafra, eks vokalis band punk legendaris Dead Kennedys, menegaskan, aksi-aksi protes yang dilakukan Antifa sangat diperlukan ketika politik sayap kanan semakin berbiak di AS.

"Jika kau tak melakukan protes seperti yang dilakukan mereka (demonstrasi massa, bentrok dengan Neo-Nazi di jalan-jalan), maka tak akan ada yang berubah," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Satu-Satunya Aplikasi di Ponsel Donald Trump

Ini Satu-Satunya Aplikasi di Ponsel Donald Trump

Tekno | Senin, 04 September 2017 | 19:20 WIB

Ledakan Bom Hidrogen Korut Akibatkan Gempa 6,3 SR

Ledakan Bom Hidrogen Korut Akibatkan Gempa 6,3 SR

News | Minggu, 03 September 2017 | 14:59 WIB

Diplomat Rusia Angkat Kaki dari AS

Diplomat Rusia Angkat Kaki dari AS

News | Minggu, 03 September 2017 | 06:45 WIB

Trump Cabut Kebijakan Obama, 600 Ribu Imigran di Ujung Tanduk

Trump Cabut Kebijakan Obama, 600 Ribu Imigran di Ujung Tanduk

News | Jum'at, 01 September 2017 | 22:44 WIB

Konvoi Presiden Trump Nyaris Ditabrak Sedan dari Semak Belukar

Konvoi Presiden Trump Nyaris Ditabrak Sedan dari Semak Belukar

Otomotif | Jum'at, 01 September 2017 | 18:19 WIB

Profesor Kenneth: Texas Dilanda Badai karena Pilih Donald Trump

Profesor Kenneth: Texas Dilanda Badai karena Pilih Donald Trump

News | Rabu, 30 Agustus 2017 | 12:33 WIB

Pentagon Kaji Kebijakan Larangan Kaum Transgender di Militer AS

Pentagon Kaji Kebijakan Larangan Kaum Transgender di Militer AS

News | Rabu, 30 Agustus 2017 | 09:38 WIB

Putra Trump Akan Bersaksi Soal Campur Tangan Rusia di Pilpres AS

Putra Trump Akan Bersaksi Soal Campur Tangan Rusia di Pilpres AS

News | Rabu, 30 Agustus 2017 | 06:04 WIB

Begini Cara Trump Atasi Bencana Akibat Badai Harvey

Begini Cara Trump Atasi Bencana Akibat Badai Harvey

News | Selasa, 29 Agustus 2017 | 04:58 WIB

Amerika Mulai Buat Aturan Larangan Transgender Masuk Militer

Amerika Mulai Buat Aturan Larangan Transgender Masuk Militer

News | Jum'at, 25 Agustus 2017 | 07:12 WIB

Terkini

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:45 WIB

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:38 WIB

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret

Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:30 WIB

1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?

1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta

Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan

Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Derita Pekerja asal Jambi, Cacat Permanen Akibat Kecelakaan Kerja di Kampar

Derita Pekerja asal Jambi, Cacat Permanen Akibat Kecelakaan Kerja di Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:24 WIB

Gus Alex Didakwa Terima USD 5,2 Juta di Korupsi Kuota Haji

Gus Alex Didakwa Terima USD 5,2 Juta di Korupsi Kuota Haji

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:20 WIB

×