Dari Rangga ke Khudori, 'Laki-laki Baru' di Film Indonesia

Ruben Setiawan

Kamis, 09 November 2017 | 20:47 WIB
Dari Rangga ke Khudori, 'Laki-laki Baru' di Film Indonesia
Nicholas Saputra dalam AADC. (Miles Film)

Tekanan ini antaranya datang dari imbas krisis ekonomi Asia di akhir 1990-an serta runtuhnya Orde baru, salah satu institusi penting yang menyokong hegemoni maskulinitas Bapakisme.

Pasca-Orde Baru, gerakan perempuan semakin intensif berjuang untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender. Gerakan perempuan juga menginspirasi lahirnya gerakan laki-laki pendukung kesetaraan gender, seperti Aliansi Laki-Laki Baru (ALB) yang mewadahi pemberontakan laki-laki Indonesia terhadap konstruksi Bapakisme.

Selain itu, mapannya alternatif maskulinitas di berbagai belahan dunia serta perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang menyertai bergulirnya milenium ketiga juga menyumbang pada tekanan ini.

Perubahan pada tatanan gender ini mempengaruhi representasi perempuan dan femininitas ideal di film, dan produk budaya populer lainnya. Perempuan bekerja dan aktif dalam peran publik makin mapan posisinya sebagai bentuk femininitas ideal alternatif. Semangat perubahan ini juga mempengaruhi representasi laki-laki dan maskulinitas di layar lebar.

Maskulinitas dalam kesetaraan gender

Dalam konteks perjuangan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender, laki-laki dan maskulinitas seringkali ditempatkan sebagai sumber masalah: pelaku kekerasan dalam rumah tangga, penikmat dividen patriarki, dan konstruksi sosial yang mendukung pelestarian ketimpangan gender dan memungkinkan terjadinya kekerasan terhadap perempuan.

Dari situ muncul tekanan untuk berinovasi dalam representasi maskulinitas ideal dalam sosok laki-laki baru yang mendukung ide-ide kesetaraan dan keadilan gender, serta menentang kekerasan dalam rumah tangga.

Otoritas laki-laki dalam pernikahan, khususnya dalam berpoligami, dikuliti habis dalam “Berbagi Suami” (2006). Film tersebut juga memunculkan sosok laki-laki baru melalui karakter anak dari salah satu pasangan poligami. Ia tumbuh sebagai lelaki yang pengertian terhadap siksaan batin yang dialami ibunya.

Fahri dalam “Ayat-ayat Cinta” (2008) pun lantang menyuarakan status dan kedudukan perempuan dalam Islam yang sejalan dengan feminisme, meskipun pada perjalannya dia tertatih dalam usaha mewujudkannya. Film “9 Summers 10 Autumns” (2013) menawarkan maskulinitas laki-laki baru melalui tokoh Iwan yang menentang budaya kekerasan yang dilanggengkan dalam cara orang tua mendidik dan dalam pergaulan anak laki-laki.

 Tantangan terhadap ‘laki-laki baru’

Usaha untuk melegitimasi alternatif maskulinitas melalui film bukan tanpa tantangan. Seiring dengan menguatnya upaya perubahan terhadap hegemoni Bapakisme, muncul juga dukungan dan upaya untuk terus melestarikannya.

Golongan muslim yang mendukung interpretasi literal terhadap ajaran Islam adalah salah satu penentang yang paling kuat, baik langsung maupun tidak langsung. Selain itu, golongan ini juga mendukung agar perempuan lebih mengutamakan peran domestik dan reproduktif.

Film “Kun Fayakun” (2008), misalnya, menggunakan agama untuk meneguhkan hegemoni maskulinitas ideal ala Bapakisme dan femininitas ideal Ibuisme.

Di luar perfilman, kampanye media sosial dan aksi protes oleh organisasi dan ulama Islamis untuk menentang pembahasan Rancangan Undang-Undang Keadilan dan Kesetaraan Gender secara tidak langsung menguatkan tantangan dalam mempopulerkan maskulinitas ideal alternatif.

Ini membatasi aspek dan gaya estetika dalam menantang hegemoni Bapakisme di perfilman. Sampai sekarang belum ada film komersial yang menggambarkan maskulinitas ideal melalui sosok laki-laki bapak rumah tangga penuh waktu. Yang dianggap ideal selama ini adalah laki-laki kelas menengah yang rela berkompromi dalam hal karier untuk mendukung karier istrinya dan terlibat dalam pengasuhan. Kemandirian ekonomi perempuan dan keterlibatan laki-laki dalam ranah domestik harus ditampilkan sedemikian rupa agar tidak terlihat mencolok dan subversif.

Pergeseran representasi maskulinitas ideal dalam sinema Indonesia saat ini memberikan gambaran bahwa konstruksi maskulinitas ideal tidak pernah stabil. Jika keadaan memungkinkan, versi maskulinitas yang diterima kebanyakan masyarakat bisa saja kehilangan statusnya dan bisa menjadi maskulinitas subordinat, atau pada titik tertentu bahkan dibenci, dan akan digantikan oleh yang baru.

Penulis Evi Eliyanah

PhD Candidate in School of Culture, History and Language, Australian National University

Artikel ini pertama kali dipublikasikan di The Conversation. 

The Conversation

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bertemu Sahabat Rasa Keluarga, Rey Bong Keluar dari Masa-masa Sulit

Bertemu Sahabat Rasa Keluarga, Rey Bong Keluar dari Masa-masa Sulit

Video | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:41 WIB

TAUD Bongkar Dugaan Aktor Sipil di Balik Penyiraman Andrie Yunus: Jangan Hanya Hukum Eksekutor!

TAUD Bongkar Dugaan Aktor Sipil di Balik Penyiraman Andrie Yunus: Jangan Hanya Hukum Eksekutor!

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:19 WIB

Kembali Buka Hati, Dahlia Poland Tampil Mesra dengan Rangga Azies

Kembali Buka Hati, Dahlia Poland Tampil Mesra dengan Rangga Azies

Entertainment | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:50 WIB

Film Sebagai Kritik Sosial: Membaca Patriarki di Perempuan Berkalung Sorban

Film Sebagai Kritik Sosial: Membaca Patriarki di Perempuan Berkalung Sorban

Your Say | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:45 WIB

Makin Meroket, Byeon Woo Seok Resmi Jadi Brand Ambassador BVLGARI

Makin Meroket, Byeon Woo Seok Resmi Jadi Brand Ambassador BVLGARI

Your Say | Senin, 11 Mei 2026 | 13:35 WIB

Menapak Jejak Islam di Eropa: Membaca Ulang 99 Cahaya di Langit Eropa

Menapak Jejak Islam di Eropa: Membaca Ulang 99 Cahaya di Langit Eropa

Your Say | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:20 WIB

Kim Seon Ho Bikin Histeris di Fan Meeting Jakarta, Lancar Gombal Pakai Bahasa Indonesia

Kim Seon Ho Bikin Histeris di Fan Meeting Jakarta, Lancar Gombal Pakai Bahasa Indonesia

Entertainment | Senin, 27 April 2026 | 11:16 WIB

Fan Meeting Kim Seon Ho di Jakarta Berlangsung Meriah, Challenge Kasih Paham Bos Bikin Heboh

Fan Meeting Kim Seon Ho di Jakarta Berlangsung Meriah, Challenge Kasih Paham Bos Bikin Heboh

Entertainment | Minggu, 26 April 2026 | 11:43 WIB

Fans Wajib Tahu! Ini Rundown Lengkap Fan Meeting Kim Seon Ho di ICE BSD Besok

Fans Wajib Tahu! Ini Rundown Lengkap Fan Meeting Kim Seon Ho di ICE BSD Besok

Entertainment | Jum'at, 24 April 2026 | 12:02 WIB

4 Inspirasi Model Rambut ala Aktor Wang Anyu, untuk Tampilan yang Maskulin!

4 Inspirasi Model Rambut ala Aktor Wang Anyu, untuk Tampilan yang Maskulin!

Your Say | Kamis, 16 April 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Master Z: Ip Man Legacy: Kebangkitan Sang Pecundang, Malam Ini di Trans TV

Master Z: Ip Man Legacy: Kebangkitan Sang Pecundang, Malam Ini di Trans TV

Entertainment | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:23 WIB

Kenang Mendiang Barbie Hsu, Jerry Yan Bawa Kalung Meteor Garden di Konser FForever

Kenang Mendiang Barbie Hsu, Jerry Yan Bawa Kalung Meteor Garden di Konser FForever

Entertainment | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:30 WIB

Nostalgia Pecah! F4 Reuni di Jakarta, Ajak Ribuan Penggemar Karaoke Massal OST Meteor Garden

Nostalgia Pecah! F4 Reuni di Jakarta, Ajak Ribuan Penggemar Karaoke Massal OST Meteor Garden

Entertainment | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:07 WIB

Respons Bahlil Lahadalia soal Lagu 'MBG' Bikin Warganet Gemas: Enggak Paham Sarkas?

Respons Bahlil Lahadalia soal Lagu 'MBG' Bikin Warganet Gemas: Enggak Paham Sarkas?

Entertainment | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:35 WIB

Bilal Indrajaya Nobatkan Karya The Beatles Ini sebagai yang Terindah di Dunia

Bilal Indrajaya Nobatkan Karya The Beatles Ini sebagai yang Terindah di Dunia

Entertainment | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:10 WIB

Beli Tiket Rp14 Juta Cuma Dapat Punggung, Kirana Larasat Kecewa Nonton Konser F4 'FForever'

Beli Tiket Rp14 Juta Cuma Dapat Punggung, Kirana Larasat Kecewa Nonton Konser F4 'FForever'

Entertainment | Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:51 WIB

Tampil dengan Perut Buncit, Bentuk Pinggul Amanda Manopo Jadi Gunjingan, Begini Respons Sang Artis

Tampil dengan Perut Buncit, Bentuk Pinggul Amanda Manopo Jadi Gunjingan, Begini Respons Sang Artis

Entertainment | Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:22 WIB

5 Artis Ini Sudah Naik Haji Berkali-kali, Ada yang Berhaji Sampai 33 Kali

5 Artis Ini Sudah Naik Haji Berkali-kali, Ada yang Berhaji Sampai 33 Kali

Entertainment | Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:09 WIB

Bikin Kejutan, Mahalini Nekat Masukkan Musik Metal di Java Jazz 2026

Bikin Kejutan, Mahalini Nekat Masukkan Musik Metal di Java Jazz 2026

Entertainment | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:10 WIB

Geram Harta Kekayaannya Ditelanjangi, Inul Daratista Ngamuk dan Ancam Lapor Polisi

Geram Harta Kekayaannya Ditelanjangi, Inul Daratista Ngamuk dan Ancam Lapor Polisi

Entertainment | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:28 WIB