Lestarikan Seni Teater, Happy Salma Buka Kelas Akting untuk Umum

Ferry Noviandi
Lestarikan Seni Teater, Happy Salma Buka Kelas Akting untuk Umum
Happy Salma saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/10/2017) [suara.com/Wahyu Tri Laksono]

Karena kecintaanya terhadap teater, Happy Salma mendirikan Titimangsa Foundation.

Suara.com - Titimangsa Foundation, yayasan budaya seni teater yang didirikan Happy Salma, untuk pertamakalinya merangkul masyarakat dalam berkesenian di bidang teater dengan membuka kelas akting untuk umum.

"Kelas akting atau seni peran yang saya rancang  di Titimangsa tidak bertujuan semata mengajak siapaun menjadi aktor. Dengan semakin banyak orang yang tertarik untuk berlatih akting teater, maka saya percaya industri teater tidak akan punah dan akan diteruskan ke generasi berikutnya," ujar Happy Salma, ditemui di Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Widi Mulia (Nadila Nurwijayantri/Suara.com)
Penampilan Widi Mulia dalam teater Sumur Tanpa Dasar. (Nadila Nurwijayantri/Suara.com)

Kelas akting angkatan pertama diresmikan dengan menggelar pementasan teater semi dramatik yang bertajuk Sumur Tanpa Dasar. Selain sebagai pendiri, Happy Salma juga sekaligus menjadi produser dalam pementasan ini.

"Pentas Sumur Tanpa Dasar ini tentunya menjadi ajang pembuktian kemampuan berteater dari seluruh peserta kelas teater Titimangsa yang harapannya semakin menggerakan seni teater di Indonesia," kata Happy.

Uniknya, peserta kelas akting Titimangsa ini dibuka untuk berbagai macam latar belakang profesi bahkan untuk masyarakat awam dengan seni teater. Mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, karyawan, penyanyi, model hingga pengusaha kafe.

"Saya merasa tertantang ketika diminta Happy Salma untuk mengajar kelas akting Titimangsa dengan peserta yang bukan pekerja seni teater. Pementasan teater Sumur Tanpa Dasar sebagai pembuktiah bahwa masyarakat awam pun dapat memainkan seni teater," ujar Iswandi Pratama, Sutradara Pementasan Sumur Tanpa Dasar sekaligus Pengajar Kelas Akting Titimangsa.

Happy Salma bersama putrinya, Kinandari. (Instagram)
Happy Salma bersama putrinya, Kinandari. (Instagram)

Titimangsa menggembleng peserta untuk berlatih secara serius setiap akhir pekas selama tiga jam dengan menggunakan metode pengajaran Stanislavski, yaitu teknik antara emosi dan peran dengan mengingat suatu kejadian dalam hidup pribadi. Para peserta mendapatkan materi pembekalan berupa teknik akting, olah tubuh, seni mengekspresikan diri dan konsentrasi. (Nadila Nurwijayantri)

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS