Payudara dan Bokongnya Dicibir Warganet, Marissa Nasution Ngamuk

Fajarina Nurin
Payudara dan Bokongnya Dicibir Warganet, Marissa Nasution Ngamuk
Marissa Nasution dan bayinya, Alaia Moana. (Instagram)

Marissa Nasution naik pitam dan berkoar melalui Instagram pribadinya.

Suara.com - Marissa Nasution marah besar ketika tubuhnya dikomentari habis-habisan oleh warganet melalui Instagram. Ia pun tak menyangka komentar menyakitkan itu datang dari sesama perempuan.

Masalah bermula ketika Marissa Nasution mengunggah video yang menunjukkan sang bayi, Allie, yang sedang berjalan. Dalam rekaman itu, Marissa terlihat memegangi tubuh si kecil seraya menyemangatinya.

Marissa Nasution ngoceh panjang lebar soal komentar warganet. [instagram/marissaln]
Marissa Nasution ngoceh panjang lebar soal komentar warganet. [instagram/marissaln]

Lantaran diambil di sebuah pantai, Marissa Nasution terlihat mengenakan bikini one piece berwarna hitam. Payudaranya tampak jelas karena presenter kondang tersebut menunduk untuk menggapai tubuh mungil buah hatinya.

Sontak, respon warganet membanjiri kolom komentar. Sebagian besar menyebut Marissa Nasution mengenakan pakaian yang terlalu seksi.

Tak lama, Marissa Nasution mengunggah satu foto yang diambil dalam kesempatan yang sama dengan video kontroversial tersebut. Dengan nada sewot dan penuh sindiran, perempuan 33 tahun itu bicara panjang lebar melalui keterangan foto, dengan bahasa Inggris.

Marissa Nasution [Instagram]
Marissa Nasution [Instagram]

Berikut teks lengkapnya yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia:

"Aku mengunggah foto ini dan tahu (seperti di unggahanku sebelumnya di mana kau bisa melihat putriku yang cantik belajar jalan dan sekaligus payudaraku. Itu nggak buruk-buruk banget, tapi tolong dong fokuslah ke anakku) bahwa aku sedang mengenakan pakaian renang.

Aku tahu banyak banget ibu-ibu (hijabers maaf ya dan aku tahu kok nggak semua dari kalian kayak gini) yang nggak nyaman liat unggahanku yang mengenakan pakaian renang di pantai.

Ini pertanyaanku:
1. Aku ada di pantai, kau berharap aku pakai baju apa? (sebagai orang non muslim, ya tapi ini bukan tentang agama, ini tentang bagaimana kau bertoleransi, tapi emang kamu tuh pernah lihat dunia ini ya?)
2. Pernah nggak kamu ke pantai? Pernah nggak kamu ke pantai di luar yang bikin kamu nyaman? Apakah kau pernah melihat bagian lain dari dunia kita yang indah ini? Kamu tahu nggak ini udah abad ke-21?
3. Pernah nggak kamu berinteraksi dengan seseorang di luar zona nyaman kamu?
4. Ngerti nggak sih aku ngomong apa?

Aku emang sengaja nulis ini pakai bahasa Inggris (aku bisa sih nulisnya pakai bahasa Indonesia, tapi aku mau semua orang mengerti) bahwa keistimewaan perempuan itu tidak akan menjadi tinggi atau rendah berdasarkan apa yang ia kenakan. Itu semua dipengaruhi dari bagaimana dia mengekspresikan dirinya secara verbal dan fisik, rasa percaya diri yang ia miliki.

(Aku juga mengakui kok bahwa ada kode berpakaian yang nggak keren kayak MISALNYA AKU PERGI KE HERO UNTUK BELI BROKOLI DAN SUSU DENGAN MENGENAKAN BIKINI. Cuma ngomong kok. Belum terjadi)

Aku berjuang dengan tubuhku pasca-melahirkan. Apakah aku mendapatkan penghinaan terhadap tubuh? Selalu! Apakah itu berdampak padaku? Selalu! Tapi aku mencoba. Kami sebagai perempuan mencoba untuk tidak mendefinisikan diri dengan penampilan luar kami, dan menghidupi standar yang ditetapkan masyarakat. Tapi hari ini aku cuma bisa menertawai orang yang merasa tak aman dan merasa begitu terganggu dengan payudara dan bokongku usai melahirkan. SERIUS. Pergi deh. Kau punya banyak masalah yang dari sekadar mengurusi payudaraku."

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS