Suara.com - Panggung hiburan Tanah Air kembali diselimuti kabar duka. Penyanyi era 80-an Rama Aiphama meninggal dunia.
Kabar ini tersiar lewat pesan yang diterima Suara.com pada hari ini, Rabu (11/3/2020).
"Innalillahi wainnailaihi rajiun. Telah wafat. Sayyid Muhammad bin Syagab Al-Idrus ( Rama Aiphama)," demikian bunyi pesannya.
Masih dari pesan tersebut, jenazah Rama Aiphama disebut sampai sekarang masih disemayamkan di rumah duka di kawasan Condet, Jakarta Timur.
![Rama Aiphama [Yotube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/03/11/31063-rama-aiphama-yotube.jpg)
Rencananya, jenazah Rama Aiphama akan dimakamkan di tempat pemakaman Al Muchdar, Cimanggis, Jakarta Timur sore nanti.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga maupun kerabat.
![Rama Aiphama [Yotube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/03/11/27647-rama-aiphama-yotube.jpg)
Rama Aiphama diketahui memulai karier sebagai penyanyi pada 1981. Dikenal sebagai penyanyi beraliran Melayu, dangdut, dan keroncong, dia meraih puncak popularitas pada era 90-an.
Ciri khas Rama Aiphama yang paling mencolok adalah pakaian menjuntai-juntai berwarna-warni yang selalu dipakai saat tampil. Dia juga melengkapi dengan topi khasnya.
Rama Aiphama meninggal dunia dalam usia 63 tahun. Dia adalah penyanyi dan pencipta berdarah Arab-Gorontalo.
Rama menikah dengan Euis Kartika Sari sekitar tahun 1993. Pada Mei 2009, mereka memutuskan untuk bercerai. Dari pernikahan itu, Rama Aiphama dan Euis dikaruniai 3 orang anak.