Agar SDM Film Indonesia Berdaya Saing, Ini 3 Langkah yang harus Dilakukan

Fabiola Febrinastri
Agar SDM Film Indonesia Berdaya Saing, Ini 3 Langkah yang harus Dilakukan
Menaker, Ida Fauziyah dan artis Christine Hakim. (Dok : Kemnaker)

Akselerasi upaya untuk pemulihan industri perfilman akibat pandemi Covid-19 harus segera dilakukan.

Suara.com - Untuk dapat menciptakan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing dan kompeten, sudah saatnya dunia perfilman di Indonesia menerapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). SDM yang kompeten sangat dibutuhkan dalam jumlah banyak.

"SKKNI perfilman, selain sebagai salah satu tolok ukur penyiapan SDM berdaya saing, juga sebagai salah satu bentuk upaya meningkatkan mutu dari perfilman Indonesia," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, dalam sambutan acara penyerahan SKKNI di Bidang Perfilman di Innovation Room, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Peluncuran SKKNI bidang perfilman dihadiri oleh insan film Indonesia, seperti aktris Christine Hakim, Marcella Zalianty, aktor Reza Rahardian, sinematografer George Kamarullah, Gunawan Paggaru, dan lainnya.

Menurut Ida, SKKNI memiliki tiga peran strategis. Pertama, memberi arah yang jelas dalam perancangan program diklat berbasis kompetensi, sehingga penyelenggaraan diklat untuk tenaga kerja di industri perfilman dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Kedua, memberikan acuan dan ukuran yang jelas, dalam penyusunan materi dan metode uji kompetensi, sehingga pelaksanaan uji dan sertifikasi kompetensi untuk para pekerja di industri perfilman dapat dilakukan secara obyektif, terukur dan terjamin mutunya.

Ketiga, memberi acuan dalam membangun kerjasama saling pengakuan sertifikasi kompetensi kerja dengan negara lain, sehingga memudahkan pembuatan memorandum of understanding baik secara bilateral maupun multilateral.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS