alexametrics

Polemik dengan Pemprov DKI Jakarta, Agensi Ngaku Salah dan Bukan Ike Muti

Ferry Noviandi | Rena Pangesti
Polemik dengan Pemprov DKI Jakarta, Agensi Ngaku Salah dan Bukan Ike Muti
Ike Muti [Instagram]

Marantika mengaku hanya bercanda soal Ike Muti ditolak dalam proyek karena pro dengan Presiden Jokowi.

Suara.com - Unggahan Ike Muti yang menyebut ia ditolak dalam projek Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI Jakarta akhirnya menuai polemik. Gara-garanya banyak foto bintang Preman Pensiun itu bersama Presiden Joko Widodo. 

Atas tuduhan penolakan itu, Pemprov DKI Jakarta tidak terima nama baik instansi tercoret. Mereka mengambil sikap tegas, meminta Ike Muti memberikan penjelasan. 

Ike Muti ditolak proyek Pemprov DKI karena foto dengan Jokowi (Instagram/ikemuti16)
Ike Muti ditolak proyek Pemprov DKI karena foto dengan Jokowi (Instagram/ikemuti16)

Namun bukan Ike Muti yang memberikan klarifikasi. Melainkan agensi dari webseries yang mendapuk artis 47 tahun itu dalam projeknya.

"Yang terhormat bapak Anies Baswedan, ibu Ike Muti dan Pemprov DKI Jakarta.  Saya Marantika, talent agency akan mengklarifikasi masalah ini," tulis Marantika di Insta Story, Sabtu (1/8/2020).

Baca Juga: 3 Poin Penting Teguran Pemprov DKI Jakarta buat Pesinetron Ike Muti

Marantika menyebutkan, masalah ini adalah murni kesalahannya. Yakni mengucap candaan bahwa Ike Muti ditolak Pemprov karena memiliki banyak foto dengan Presiden Joko Widodo.

"Saya dihubungi sekelompok komunitas yang ingin membuat film pendek 20 menit," katanya mengawali cerita.

Film itu bercerita mengenai pasangan kekasih yang sedang dalam masalah. Untuk membuat hubungan mereka lebih baik, keduanya memilih beberapa lokasi di kawasan Jakarta.

"Saya beranggapan, film ini akan dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta," ujarnya.

Marantika mencari talent untuk proyek ini dan salah satu artis yang ia pilih adalah Ike Muti.

Baca Juga: Soal Kasus Ike Muti Diminta Hapus Foto Jokowi, Agensi Minta Maaf ke Anies

"Namun hasilnya ditentukan komunitas yang memilih talent lain," kata Marantika.

Komentar