alexametrics

Sempat Gagal Nikah, Chef Marinka: Kayak Pengin Mati Aja

Ferry Noviandi | Evi Ariska
Sempat Gagal Nikah, Chef Marinka: Kayak Pengin Mati Aja
Rinrin Marinka atau Chef Marinka [Instagram]

Namun dari kegagalan itu, Chef Marinka jadi lebih dekat dengan Tuhan.

Suara.com - Rinrin Marinka alias Chef Marinka menceritakan masa-masa terendah dalam hidupnya. Pada 2015, dia diputuskan tunangannya hingga terasa ingin mati.

Pengalaman itu diceritakan Chef Marinka saat berbincangan di kanal YouTube Daniel Mananta Network, "Diputusin Pacar, Marinka Sempat Ingin Mengakhiri Hidupanya", dikutip Suara.com, Kamis (22/10/2020).

"Tahun 2015, pokoknya sudah akhir tahun gitu gue putus. Putus sama tunangan gue. Jadi sebenarnya basically sudah mau nikah tuh, cuma yaa..," kata Chef Marinka.

"Itu sudah print undangan segala macam?," tanya Daniel Mananta.

Baca Juga: Pernikahan Chef Marinka Hanya Dihadiri 19 Orang

Chef Marinka bersama dengan kekasihnya, Peter Lutfing saat ditemui awak media di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (25/8). [Suara.com/Alfian Winanto]
Chef Marinka bersama suami, Peter Lutfing [Suara.com/Alfian Winanto]

"Untungnya belum. Cuma maksudnya sudah disetujuin semuanya," jelas Chef Marinka.

Pemilik nama asli Maria Irene Susanto ini menduga penyebabnya diputus pacar karena mereka jarang bertemu. Keduanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

"Dan banyakan juga nggak enaknya saat itu gue kerja, dia kerja tapi kami kerjanya bisa dua bulan nggak ketemu. Gue traveling selama dua bulan full, dia traveling selama sebulan full, itu juga yang ngaruh banget bikin kami putus sih," ungkapnya.

Saat diputuskan tunangannya, mantan juri Master Chef Indonesia ini langsung kehilangan semangat hidup. Dia berdoa kepada Tuhan agar mengambil nyawanya.

"Dan itu adalah saat-saat terburuk dalam hidup saya. Sampai kayak sudah mati aja gitu rasanya. Sumpah-sumpah, gue sampai doa sama Tuhan udah kayak yang, 'sudah lah gue mati aja, buat apa sih'," terangnya.

Baca Juga: Intip Momen Pernikahan Chef Marinka, Seksi!

Meski merasa ingin mati, beruntungnya Chef Marinka tak kepikiran untuk bunuh diri. Namun hari-hari yang dilaluinya dipenuhi air mata.

Komentar