Alasan Pemulihan Covid-19, Mark Sungkar Berharap Jadi Tahanan Kota

Ferry Noviandi, Yuliani

Rabu, 21 April 2021 | 02:50 WIB
Alasan Pemulihan Covid-19, Mark Sungkar Berharap Jadi Tahanan Kota
Mark Sungkar jelang jalani sidang di Pengadilan Tipikor [Suara.com/Ismail]

Suara.com - Mark Sungkar saat ini tengah menjalani proses hukum terkait dugaan korupsi dana olahraga triathlon. Beberapa waktu lalu Mark sempat menjalani perawatan di RSPP usai dinyatakan positif Covid-19. 

Kini telah sembuh, ayah Zaskia Sungkar itu menceritakan saat terpapar Covid-19 dan tak terkena matahari karena di dalam rutan.

"Satu bulan saya tidak melihat matahari, tidak kena matahari," ucap Mark di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (20/4/2021).

Meski telah dinyatakan negatif Covid-19, aktor senior 72 tahun itu mengaku sudah tua dan mengidap vertigo. Bintang film Si Pitung ini pun menilai bahwa di usianya saat ini ia harusnya bisa menjalani tahanan kota setelah terpapar Covid-19.

"Oh sudah (lengkap persyaratan tahanan kota), semua riwayat saya, rekam medis, usia saya, nggak masuk akal gitu saya ditahan (di rutan). Aneh gitu, bingung saya," imbuh Mark Sungkar.

Mark Sungkar pun menyinggung soal masa pemulihannya. Menurutnya, ia masih harus berjemur dan istirahat total untuk pemulihan psca Covid-19.

"Biasanya yang saya dengar satu bulan dua bulan itu istirahat total, berjemur, olahraga pagi, ini saya nggak bisa," ucap Mark Sungkar.

Lebih lanjut, Mark Sungkar mengatakan bahwa negara justru dirugikan dengan penahanannya. Sebab negara harus membayar biaya untuk penghidupan Mark di dalam rutan.

"Itu kan beban pemerintah, sebagian disubsidi pemerintah kan (biaya Covid-19). Kemudian menambah data orang-orang yang covid dan ini yang real kerugian negara sebenarnya, biaya pesantrenan (penjara) saya, makan saya," ucap mantan istri Fanny Bauty ini.

baca juga

Menimpali, kuasa hukum Mark Sungkar berharap status hukum kliennya bisa dikabulkan menjadi tahanan kota. Sebab, status terdakwanya saat ini dinilai tidak efektif karena kondisi fisiknya yang mudah sakit.

"Pak Mark ini harus diubah status penahanannya menjadi tahanan kota atau tahanan rumah. Karena seperti yang dikatakan tadi, kondisinya sangat tidak memungkinkan, tidak menunjang optimal sehingga proses hukum kerap ditunda," jelas kuasa hukum Mark, Fahri Bachmid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

8 Potret Pernikahan Yusuf Sungkar, Kehadiran Mark Sungkar Dipertanyakan

8 Potret Pernikahan Yusuf Sungkar, Kehadiran Mark Sungkar Dipertanyakan

Entertainment | Minggu, 22 Oktober 2023 | 20:20 WIB

Kabar Terbaru Fenny Bauty, Tinggal di Kota Kecil di Belanda dan Buka Restoran Indonesia

Kabar Terbaru Fenny Bauty, Tinggal di Kota Kecil di Belanda dan Buka Restoran Indonesia

Entertainment | Rabu, 01 Februari 2023 | 15:57 WIB

Mark Sungkar Bongkar Tabiat Dua Menantunya Irwansyah dan Teuku Wisnu Disebut Seperti Pisau

Mark Sungkar Bongkar Tabiat Dua Menantunya Irwansyah dan Teuku Wisnu Disebut Seperti Pisau

Your Say | Selasa, 22 November 2022 | 19:07 WIB

Terkini

Raja Yordania Buru Pembantai Jemaat Gereja Karak, Janji Tindak Tegas

Raja Yordania Buru Pembantai Jemaat Gereja Karak, Janji Tindak Tegas

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pakar: Cegah Karhutla, Jangan Hanya Andalkan Sanksi Hukum

Pakar: Cegah Karhutla, Jangan Hanya Andalkan Sanksi Hukum

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Operasi Patuh 2026 Mulai Jam Berapa? Ini 11 Pelanggaran yang Diincar

Operasi Patuh 2026 Mulai Jam Berapa? Ini 11 Pelanggaran yang Diincar

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:10 WIB

IHSG Bebas Jual-Beli! BEI Resmi Cabut Aturan Suspend Saham, Begini Skema Barunya

IHSG Bebas Jual-Beli! BEI Resmi Cabut Aturan Suspend Saham, Begini Skema Barunya

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:10 WIB

BEI Langsung Tandai Saham yang Terindikasi Gorengan, Rekening Efek Bisa Diblokir

BEI Langsung Tandai Saham yang Terindikasi Gorengan, Rekening Efek Bisa Diblokir

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Bareskrim Turun Tangan Usut Karhutla di Kaltim dan Kalteng

Bareskrim Turun Tangan Usut Karhutla di Kaltim dan Kalteng

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis

Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis

Jatim | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Kenapa Hari Sumpah Pemuda Tidak Tanggal Merah? Cek Penjelasan Resmi Aturannya

Kenapa Hari Sumpah Pemuda Tidak Tanggal Merah? Cek Penjelasan Resmi Aturannya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Harga iPhone 13 Terbaru Resmi dan Bekas di Pasaran: Masih Jadi Primadona, Banderol Masuk Akal

Harga iPhone 13 Terbaru Resmi dan Bekas di Pasaran: Masih Jadi Primadona, Banderol Masuk Akal

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Konstruksi Stadion Untia Makassar Berkapasitas 15.000 Penonton Dimulai Awal 2027

Konstruksi Stadion Untia Makassar Berkapasitas 15.000 Penonton Dimulai Awal 2027

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:02 WIB

×