alexametrics

4 Artis Ini Komentari Sinetron Zahra, Ernest Prakasa Singgung Nurani dan Akal Sehat

Fitri Asta Pramesti
4 Artis Ini Komentari Sinetron Zahra, Ernest Prakasa Singgung Nurani dan Akal Sehat
Ernest Prakasa di Suara.com. [Wahyu Tri Laksono/Suara.com]

Ernest Prakasa hingga Panji Saputra komentari soal kontroversi Sinetron Zahra

Suara.com - Sinetron Suara Hati Istri tengah ramai diperbincangkan warganet lantaran salah satu karakternya, Zahra yang merupakan sosok istri ketiga, diperankan oleh aktris yang berusia 15 tahun.

Usia asli pemeran Zahra, Lea Ciarachel, dan perannya sebagai istri ketiga pun menuai kontroversi publik. Sederet artis mulai Ernest Prakarsa hingga Panji Saputra pun turut buka suara soal sinetron tersebut.

Berikut sederet artis yang ikut menyoroti kontroversi karakter Zahra dalam sinetron Suara Hati Istri.

1. Ernest Prakasa

Baca Juga: Panen Kritik! Ini 5 Kontroversi Sinetron Suara Hati Istri 'Zahra'

Ernest Prakasa [Sumarni/Suara.com]
Ernest Prakasa [Sumarni/Suara.com]

Lewat unggahan Instagram, Ernest Prakasa menyebut dirinya sadar banyak rekan publik figur yang ingin berbicara soal hal ini namun terbentur kepentingan. Untuk itu, ia memilih untuk bersuara.

"Banyak teman-teman yang bisa meramaikan masalah ini tapi terikat oleh etika, kontrak kerja, ataupun rasa tidak enak hati," tulis Ernest di Instagram dikutip Rabu (2/6/2021).

Ernest Prakasa menyentil Indosiar, pemilik hak siar sinetron tersebut. Ayah dua anak ini sampai menyinggung soal nurani dan akal sehat.

"Wahai @indosiar, ini keterlaluan. Sangat amat keterlaluan. Pemeran Zahra itu usianya masih 15 tahun. Okelah tolak ukur TV adalah rating, tapi tolak ukur manusia adalah nurani dan akal sehat," kata Ernest.

2. Tissa Biani

Baca Juga: Tuai Kecaman, Akhirnya Indosiar Ganti Lea Chiarachel di Sinetron Zahra Tak Jadi Istri Ke-3

Tissa Biani [Ismail/Suara.com]
Tissa Biani [Ismail/Suara.com]

Artis muda Tissa Biani juga menyoroti karakter Zahra. Ia menyebut menghakimi keputusan pemilihan pemeran di bawah umur buat sinetron tersebut mengingat kasus pemeran tak seusai umur bukahlah hal baru di Indonesia.

Komentar