alexametrics

Gen Halilintar Disebut Didenda Gegara Langgar Prokes di Malaysia, Benarkah?

Sumarni | Yuliani
Gen Halilintar Disebut Didenda Gegara Langgar Prokes di Malaysia, Benarkah?
Gen Halilintar [Instagram]

Netizen pun membeberkan faktanya.

Suara.com - Keluarga Atta Halilintar yang berada di Malaysia tengah menjadi sorotan. Pemicunya, mereka dituduh sering kena denda akibat melanggar protokol kesehatan oleh akun Facebook bernama Karinda Warsito.

Pemilik akun mengatakan kalau orangtua dan adik-adik Atta Halilintar itu sering pergi ke mall beramai-ramai. Mereka dianggap seirng tak taat aturan yang berlaku terkait Covid-19.

Perihal itu, netizen yang tinggal di Malaysia membantahnya. Dia menyebut postingan tersebut cuma hoaks.

"Di Malaysia tidak ada berita itu dan berita itu tidak benar. Saya tinggal di Malaysia dan suami saya orang Malaysia dan tidak ada berita itu," komentar @eyraputrii dikutip dari instagram @mak_inpoh, Minggu (6/6/2021).

Baca Juga: Foto Dulu-Sekarang Dibandingkan, Hidung dan Dagu Aurel Hermansyah Disorot

Postingan kritik kelularga Halilintar di Malaysia. [Instagram]
Postingan kritik kelularga Halilintar di Malaysia. [Instagram]

Bahkan, ia menjelaskan keluarga dengan julukan Gen Halilintar memiliki bisnis di sana. Sebab itu, mereka bukan sekadar turis melainkan memiliki visa bisnis.

"Untuk pengetahuan, orangtua Atta itu punya bisnis dan rumah sendiri di Malaysia. Jadi mereka pakai visa Malaysia secondhome, dan waktu itu ada berita-berita di Malay soal pernikahan Atta dan Aurel anak KD. Malah responnya bagus-bagus kok, warga Malay pada kagum karena Atta masih muda tapi sudah sukses," lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan warganet lainnya. Mereka pun menduga Karinda hanya mengarang bebas soal keluarga Atta Halilintar.

"Nggak percaya, wkwk siapa aja bisa nulis cerpen kok, Karin irinya berbalut kehaluan," ujar @turkkavy membalas.

"Hoaks itu mak. Kabarnya mall di sana tutup sepanjang pandemi ini, karena di sana lebih ketat peraturannya," imbuh @eggi.mayang.

Baca Juga: Keluarga Halilintar di Malaysia Bikin Muak, Disebut Sering Kena Denda

"Kayaknya hoaks bukan sih? Pertama, Malaysia itu lagi lockdown. Boro-boro bisa ke mall, mallnya aja tutup. Kedua, premium store kok pakai SPG. Dimana-mana premium store itu dilayani karyawan/manager storenya. Ketiga, karyawan premium store itu gak sembarangan. Pasti udah well trained melayani customer," tambah @nobu.thecat.

Komentar