facebook

Dapat Gelar Doktor Kehormatan, Ini 7 Pesan Inspiratif Taylor Swift di Pidato NYU

Ruth Meliana Dwi Indriani
Dapat Gelar Doktor Kehormatan, Ini 7 Pesan Inspiratif Taylor Swift di Pidato NYU
Taylor Swift saat pidato kelulusan (Reuters/Shannon Stapleton)

Simak 7 pesan inspiratif dari Dr.Taylor Alison Swift saat pidato kelulusan di NYU.

Suara.com - Sosok musisi pop Taylor Swift ternyata tidak hanya memiliki suara emas namun juga kecerdasan yang berlimpah. Hal tersebut dibuktikan dari gelar doktor kehormatan yang diberikan kepadanya oleh New York University (NYU), Rabu (18/5/2022).

Tak lupa, Swift menghadiri upacara wisuda dan memakai toga serta gaun wisudawan lengkap dengan warna ungu kebanggaan NYU. Ia juga berkesempatan untuk memberikan pidato kelulusan di depan alumni 2022.

Banyak pesan-pesan inspiratif yang diberikan oleh Taylor Swift kepada rekan-rekan wisudawannya. Ia kini mendapatkan gelar Doctor of Fine Arts. 

Apa saja isi dari pesan pidato kelulusan Swift tersebut? Simak daftar pesan pidato Taylor berikut.

Baca Juga: Sampaikan Pidato saat Terima Gelar Kehormatan di NYU, Taylor Swift Ajak Wisudawan Maknai Lagu Shake It Off

1. Menghargai pengorbanan dan jasa keluarga

Swift tak lupa mengucapkan terima kasih atas jasa keluarganya dalam mendukung kariernya menjadi seorang musisi yang sukses. Dalam pidato tersebut, ia berterimakasih kepada keluarganya karena telah mengantarnya menjadi seorang musisi dan dapat memberikan pidato kehormatan dalam acara wisuda tersebut.

"Aku tahu kalau merangkai kata-kata harusnya menjadi keahlianku, tapi aku hingga sekarang belum menemukan kata-kata yang pas untuk berterimakasih kepada ayah, ibu, dan adik laki-lakiku Austin atas pengorbanan mereka setiap hari demi aku bisa berdiri di depan kalian dari sebelumnya hanya menyanyi di toko-toko kopi," ucapnya dalam pidato tersebut.

2. Kita adalah tambalan sulam bagi sesama

Memakai analogi sebuah sulaman yang perlu ditambal, Swift menunjukkan bahwa kita perlu satu sama lain untuk berjuang. Pesannya yang satu ini juga tidak terlepas dari rasa terima kasihnya terhadap dukungan orang-orang tercintanya yang ia sampaikan sebelumnya.

Baca Juga: Banyak Prestasi, Taylor Swift Terima Gelar Doktor dari New York University

"Kita adalah bagaikan tambalan sulam bagi sesama, yakni bagi mereka yang yakin pada masa depan kita, mereka yang memberikan empati dan kebaikan," ucap Swift dengan nada haru.

3. Belajar melepaskan

Swift memberi nasihat pada para wisudawan untuk belajar melepaskan hal-hal yang buruk. Bahwa kita tidak bisa selamanya membawa berbagai dendam dan kesedihan yang membebani kita. Maka ia berpesan untuk para wisudawan dapat melepaskan semua itu.

"Tumbuh dan masuk ke tahapan baru itu berarti kita harus bisa belajar menangkap dan melepas. Maksudku demikian adalah sadar akan apa yang harus disimpan, dan mana yang harus dilepas. Kita tidak bisa membawa semuanya," ucap Swift.

4. Jangan takut jadi aneh

Kekasih Joe Alwyn ini juga memaklumi bahwa terkadang orang tidak bisa terlepas dari menjadi aneh di mata orang lain, baik saat mengekspresikan diri kita maupun mengikuti tren yang kekinian.

"Aku yakin bahwa tren pakaian atau tindakan yang ikuti akan aneh di mata orang pada kemudian hari. Pasti itu akan terjadi. Maka, tak perlu menjauhi hal-hal demikian," lanjut Swift.

5. Perjuangan tanpa usaha adalah mitos

Meski hidup penuh kesuksesan, Swift tidak setuju dengan adanya perjuangan tanpa usaha.

"Percayalah padaku, jangan pernah takut mencoba. Perjuangan tanpa usaha hanyalah mitos," ujarnya.

6. Kesalahan bukan berarti kegagalan

Swift juga memaklumi bahwa di setiap tahapan hidup pasti kita akan membuat kesalahan. Ia berpesan bahwa kesalahan yang kita buat tidak membuat kita menjadi orang gagal.

"Kehilangan sesuatu bukan berarti kita kalah. Kadang saat kita kehilangan sesuatu, kita mendapatkan hal-hal baik sebagai gantinya," tegasnya.

7. Belajar dari kegagalan

Meski telah menjadi orang yang sukses, Swift mengakhiri pidato dengan berpesan pada para wisudawan untuk belajar dari kegagalan.

"Tidak bisa dipungkiri bahwa hal-hal buruk akan menimpa kita. Tapi kita harus belajar dari kegagalan dan menjadi lebih tangguh," pungkas Dr. Taylor Alison Swift.

Kontributor : Armand Ilham

Komentar