Suara.com - Ibu negara Iriana Jokowi ternyata tetap menawar ketika membeli suatu barang meski kekayaan suaminya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencapai Rp82,3 miliar.
Walaupun sebagai istri dari orang nomor satu di Indonesia, Iriana Jokowi tetap menimbang harga terlebih dahulu sebelum membelinya.
"Ini yang belum tahu kali ya, kalau beli sesuatu ditanya dulu harganya dan ditawar," kata Sekretaris Pribadi Iriana Jokowi, Sendi Fardiansyah, dikutip dari YouTube Fadi Iskandar pada Selasa (12/12/2023).
Menurut Sendi, Iriana Jokowi sebenarnya tahu berapa harga pasaran dari barang yang akan dibeli.
Tetapi ia tetap menanyakan harga yang dibanderol untuk menguji kejujuran sang pedagang.
"Karena beliau tuh tahu harga aslinya, harga pasarannya. Contoh lah gini, lagi pameran UMKM nih, mungkin pikirannya si orang ini, 'ah, mumpung ibu negara, gue jual aja segini'," ujar dia.

Sendi menambahkan, "Padahal kan ibu negara tahu karena sering terlibat bahwa harga taplak meja nih segini. Harga kain itu, kalau kain batik tulis segini, kalau kain pewarna alam segini. Beliau lebih tahu."
Bila harga yang dibanderol terlalu mahal, Iriana Jokowi tidak segan-segan untuk menawarnya.
Bahkan, ibu dari Gibran Rakabuming Raka itu tidak akan membelinya jika harga yang ditawarkan tidak sesuai dengan kualitas barang.
"Jadi ketika harganya dinaikin terlalu tinggi beliau akan, 'oh, kok mahal banget ya? Nggak turun?'. Ya sekaligus mengingatkan untuk jangan nembak atau gimana lah. Masih nawar lah," kata Sendi.
Diketahui, harta kekayaan Jokowi yang tertulis di LHKPN senilai Rp82,3 miliar. Kekayaan tersebut dilaporkan pada 17 Maret 2023.
Harta kekayaan Jokowi mengalami kenaikan sebensar Rp10,9 miliar atau sebesar 15,25 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sebagian besar harta Jokowi berbentuk aset tanah dan bangunan.
Ayah dari Kaesang Pangarep itu memiliki 20 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Surakarta, Karanganyar, Sukoharjo, dan Jakarta Selatan.
Cerita menarik tentang Iriana Jokowi salah satunya adalah dia sering minta tak dikawal Paspampres jika hendak bepergian.