Suara.com - Kartika Putri akhirnya buka suara usai penyakit yang dideritanya mendapat olokan dari dokter Richard Lee. Tak terima dengan ledekan tersebut, istri Habib Usman ini beri tanggapan bijak.
Tanpa emosi, Kartika Putri mengaku miris dengan sikap dokter Richard Lee yang dianggap nyinyir kepadanya saat tertimpa musibah.
"Ya sedih miris karena dia kan backgroundnya seorang dokter," ucap Kartika Putri seperti dikutip dari akun Instagram lambe.pedes.official.
Kartika Putri kemudian menyinggung mengenai sumpah dokter yang tentunya sudah pernah dilakoni oleh dokter Richard Lee. Ia menjelaskan bila sang dokter seolah tak menjalankan sumpah dokter tersebut lantaran tidak berempati kepadanya yang kala itu sedang sakit.
"Nah harusnya seorang dokter itu kan disumpah untuk memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi, rasa empati yang tinggi, bukan ada orang sakit malah diperolok," jelas Kartika Putri.
Ibu dua anak ini juga menyinggung mengenai nyinyiran dokter Richard Lee mengenai keputusannya untuk berobat ke luar negeri. Menurut Kartika Putri, keputusan untuk berobat merupakan hak pribadi setiap orang.
"Ya buat aku karena hak pribadi seseorang dalam memilih proses penyembuhan penyakitnya dan yang kedua kriteria dalam memilih dokter itu kan yang penting dokter yang tepat," beber Kartika Putri.
Perempuan 33 tahun tersebut juga menyesalkan ucapan tak pantas yang dilayangkan dokter Richard Lee. Sebab ucapan tersebut dianggap tak sesuai dengan klaim edukasi yang kerap diberikan sang dokter.
Bahkan Kartika Putri menduga bila nyinyiran dokter Richard Lee kepadanya muncul lantaran lelaki tersebut sakit hati pernah dipenjarakan olehnya.
"Makanya sekali lagi aku tekankan kalau dia sakit hati pernah ditangkap oleh polisi jangan sakit hatinya sama aku. Dia juga harus sadar sendiri kenapa aku melaporkan dia ke polisi saat itu," tegas Kartika Putri.

SUMPAH DOKTER
Demi Allah saya bersumpah, bahwa:
1. Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan.
2. Saya akan menjalankan tugas dengan cara yang terhormat dan bersusila sesuai dengan martabat pekerjaan saya sebagai dokter.
3. Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur profesi kedokteran.