Atta Halilintar dan Geni Faruk Banggakan Gelar 'Haji', Begini Pendapat Ustaz Abdul Somad

Selasa, 25 Juni 2024 | 17:00 WIB
Atta Halilintar dan Geni Faruk Banggakan Gelar 'Haji', Begini Pendapat Ustaz Abdul Somad
Geni Faruk (Instagram/genifaruk)

Suara.com - Atta Halilintar dan ibunya, Geni Faruk, kedapatan membanggakan gelar 'haji' saat acara pertunangan Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid pada Minggu (23/6/2024).

Mulanya, Atta Halilintar bercanda ingin dipanggil dengan sebutan 'haji' oleh sang pembawa acara, Haris Nuzul. Atta memang baru pulang dari Tanah Suci. 

Halilintar Anofial Asmid dan Lenggogeni Faruk atau Geni Faruk [Instagram/@genifaruk]
Halilintar Anofial Asmid dan Lenggogeni Faruk atau Geni Faruk [Instagram/@genifaruk]

Sementara itu, Geni Faruk juga ngotot agar Thariq Halilintar juga disebut 'haji Thariq' karena pernah ikut berhaji kala masih berusia dua bulan.

"Sebut-sebut haji jadi ingat, Thariq ini juga 'haji'. Jadi waktu umur dua bulan, sudah naik haji sama kita. Sudah 'haji Thariq'," kata Geni Faruk pada Atta Halilintar.

Pernyataan tersebut membuat warganet mengolok-olok mereka. Namun, ada pula yang menegur bahwa 'haji' bukan gelar, melainkan pengingat.

Sementara menurut Ustaz Abdul Somad (UAS), seseorang boleh saja menggunakan gelar 'haji' pada nama panggilannya. Tetapi tidak boleh sampai menyombongkannya.

"Menulis 'haji' bukan cuma tradisi orang Indonesia. Di Mesir pakai 'haji'. Di Maroko pakai 'haji'. Bahkan, di Mesir itu bukan cuma haji (yang dipanggil 'haji'), asal tua panggil 'haji'," kata  UAS, dikutip dari kanal YouTube Tsaqofah TV pada Selasa (25/6/2024).

Menurut UAS, panggilan 'haji' bisa menjadi doa untuk orang-orang yang belum menginjakkan kaki di Makkah.

"Tapi menjadi angkuh dan sombong gara-gara haji, maka sesungguhnya dia blum mendapatkan hakikat haji. Karena hakikat haji adalah meninggalkan angkuh dan sombong," tegas UAS.

Baca Juga: Selain Atta Halilintar, Anofial Asmid Juga Singgung Gelar Haji Anang Hermansyah

UAS pun menyinggung pakaian orang-orang haji, yang sebenarnya mengingatkan hamba Allah akan kematian.

"Karena orang haji sudah pakai pakaian orang mati, orang haji sudah melunturkan semua keangkuhan, semua kesombongan," kata dia. 

Orang-orang yang sudah berhaji tetapi menyombongkan gelar hajinya itu bisa dianggap tidak mabrur.

"Ini haji marbut, bukan haji mabrur. Haji mabrur adalah haji yang ada perubahan," kata UAS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI