Suara.com - Rey Mbayang sempat mengungkapkan rasa herannya ke orang-orang yang sibuk nyinyir gara-gara dirinya melakukan operasi hidung.
Menurut Rey Mbayang, setiap tindakan medis yang diambil seseorang merupakan hak masing-masing individu dan pasti dilakukan dengan pertimbangan matang.
“Perkara operasi ini kan personal ya sebenernya, nggak perlu diklarifikasi kepada siapa pun. Pasti ngambil itu pun ada pertimbangan,” ujar Rey Mbayang di Ballroom Djakarta Theater, Menteng, Jakarta, Minggu (10/11/2024).

Rey Mbayang sendiri juga punya alasan kuat untuk melakukan operasi hidung. Ada beberapa masalah di hidung Rey yang sudah sejak lama mengganggu fungsi pernapasan.
“Kondisi rongga hidungku itu kan besar sebelah. Terus tulang hidungku bengkok juga, dan itu sangat mengganggu. Apalagi kalau pas lagi pilek,” kisah Rey Mbayang.
Rey Mbayang juga tidak melangsungkan operasi hidung secara tiba-tiba. Ia sempat berdiskusi dulu dengan orang-orang terdekat sebelum mantap mengambil tindakan.
“Akhirnya aku ketemu temen dan coba konsultasi. Dari situ, aku dikenalin sama dokter, terus dilakukan pembedahan,” terang Rey Mbayang.
Namun di sisi lain, Rey Mbayang sadar betul dirinya tidak bisa mengontrol pendapat orang lain. Masing-masing individu berhak mengungkapkan isi pikirannya sesuai apa yang diyakini.
Oleh karenanya, Rey Mbayang tetap punya cara bijak untuk menyikapi ragam komentar negatif yang datang tanpa tersulut emosi.
“Mungkin jadi pelajarannya gini. Kami kan suka dipuji orang ya, jadi ya nggak apa-apa lah kalau sekali-kali kami diginiin (dihujat) orang. Biar nggak jumawa gitu ya,” ucap Rey Mbayang.
![Dinda Hauw dan Rey Mbayang. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/07/17/87520-dinda-hauw-dan-rey-mbayang.jpg)
Rey Mbayang sendiri kini membuktikan bahwa keputusan melakukan operasi hidung adalah langkah yang tepat. Ia tak lagi merasakan gangguan fungsi pernapasan seperti sebelumnya.
“Napasku udah nyaman. Udah nggak ngerasa sakit lagi,” pungkas Rey Mbayang.