Band Sukatani Ditelanjangi, Ramalan Mengerikan Wanda Hamidah Terkait Rezim Viral

Jum'at, 21 Februari 2025 | 16:44 WIB
Band Sukatani Ditelanjangi, Ramalan Mengerikan Wanda Hamidah Terkait Rezim Viral
Wanda Hamidah (Instagram/wanda_hamidah)

Suara.com - Keputusan band Sukatani menarik lagu Bayar Bayar Bayar dari pasaran semakin memperburuk citra polisi di mata masyarakat Indonesia. 

Penarikan lagu diiringi penelanjangan identitas di media sosial menambah daftar buruk respons pemerintah atas kebebasan berkarya. Sebelum Sukatani, lukisan Yos Suprapto di Galeri Nasional Indonesia juga menjadi korban pembredelan.

Keresahan tidak hanya dirasakan oleh para seniman yang karyanya ditelanjangi oleh pemerintah. Aktor dan komika Soleh Solihun turut mengutarakan amarahnya di X.

"Tempo hari lukisan diturunkan dari pameran, hari ini lagu dicabut dari peredaran," tulis Soleh Solihun, dikutip Suara.com pada Jumat (21/2/2025).

"Besok apa lagi?" tulisnya menyambung.

Soleh Solihun selaku sutradara film dokumenter Harta Tahta Raisa dalam sesi jumpa pers di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Kamis (30/5/2024) [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]
Soleh Solihun selaku sutradara film dokumenter Harta Tahta Raisa dalam sesi jumpa pers di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Kamis (30/5/2024) [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]

Tanggapan Soleh Solihun ini memantik publik untuk terus berkomentar. Menariknya, nama aktris sekaligus politisi Wanda Hamidah terseret.

Cuitan lawas milik Wanda Hamidah kini kembali viral. Cuitan tersebut bahkan diperlakukan bak sebuah ramalan yang terbukti pada rezim saat ini.

"Ramalan wanda diwujudkan oleh kaum 58 persen," bunyi keterangan dalam salah satu komentar.

Setidaknya ada tujuh cuitan lawas Wanda Hamidah yang menyoroti sikap pemerintah yang buruk dan mematahkan satu per satu hak masyarakat untuk bersuara. Baik itu melalui hak untuk memilih ataupun hak untuk bersuara melalui tulisan.

Baca Juga: Beda Lirik Lagu Bayar Bayar Bayar vs Polisi yang Baik Hati: Karya Sukatani dan Slank Jadi Omongan

"Nanti nggak bisa baca buku atau nonton mengancam 'stabilitas nasional', baru nyesel. Nanti nggak bisa ke TPS milih pemimpin atau partai yang kita suka, baru nyesel," tulis Wanda Hamidah.

Cuitan Wanda Hamidah (X/nyolinyol)
Cuitan Wanda Hamidah (X/nyolinyol)

"Nanti punya anak terus hilang nggak pulang-pulang karena mengkritisi pemerintahan, baru nyesel. Nanti punya media dibredel, baru nyesel," tulis Wanda lagi.

Cuitan berikutnya masih terasa pedas. Kali ini, Wanda seolah meramal adanya pembredelan karya seni berupa film dan karya sastra berupa tulisan.

"Nanti nggak bisa bikin film lagi, baru nyesel. Nanti nggak bisa nulis lagi, baru nyesel. Jangan sampai nanti nggak bisa nge-kritik lagi, baru nyesel," lanjut Wanda Hamidah.

Wanda Hamidah sendiri tidak sekadar dikenal sebagai artis. Ia adalah salah satu aktivis 1998. 

Wanda juga seorang politisi yang pernah bergabung di beberapa partai. Ia juga sempat menduduki kursi dewan tingkat provinsi di Jakarta. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI