Siapakah SP? Pria di Balik Tragedi Empat Bocah Dirantai di Boyolali

Yohanes Endra, Ismail

Senin, 14 Juli 2025 | 15:21 WIB
Siapakah SP? Pria di Balik Tragedi Empat Bocah Dirantai di Boyolali
Ilustrasi penelantaran anak dirantai di Boyolali (Instagram)

Suara.com - Sebuah nama mengemuka di tengah tragedi kemanusiaan yang mengguncang Desa Mojo, Andong, Boyolali.

Sosok itu adalah SP, seorang pria berusia 65 tahun yang kini menjadi pusat pertanyaan dan penyelidikan setelah empat bocah ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kediamannya.

Publik bertanya-tanya, siapakah sebenarnya SP, pria yang dipercaya para orang tua untuk mendidik anak-anak mereka?

Misteri ini mulai terkuak pada Minggu 13 Juli 2025 dini hari, dari sebuah aksi nekat yang didasari oleh rasa lapar tak tertahankan.

Fasad Seorang Pendidik Agama

Di mata para orang tua dari Batang dan Kabupaten Semarang, SP adalah figur yang diharapkan bisa memberikan bimbingan rohani.

Mereka menitipkan anak-anak mereka, yang dua di antaranya adalah yatim, dengan harapan agar dapat belajar mengaji dan memperdalam ilmu agama.

Namun, kepercayaan itu runtuh seketika saat warga menemukan kenyataan yang jauh dari citra seorang pendidik.

Rumah SP bukanlah tempat menimba ilmu yang nyaman, melainkan sebuah panggung horor bagi anak-anak tak berdaya.

baca juga
Kronologi Penemuan 4 Anak Kelaparan dan Dirantai di Andong (X)
Kronologi Penemuan 4 Anak Kelaparan dan Dirantai di Andong (X)

Terkuak dari Kotak Amal Masjid

Tabir kekejaman ini tersingkap saat MAF, bocah 11 tahun, kepergok warga hendak mencuri kotak amal masjid.

Ia tidak melakukannya untuk iseng, melainkan karena didorong oleh perut kosong dan tangisan adik-adiknya yang kelaparan di rumah SP.

Kepada warga yang menangkapnya, MAF dengan polos mengaku ingin membeli makan karena sudah sebulan hanya diberi singkong.

Pengakuan pilu inilah yang menjadi kunci pembuka pintu rumah SP, yang menyembunyikan tiga anak lain dalam penderitaan serupa.

Rumah yang Menjadi Penjara

Ketika warga mendatangi rumah SP untuk meminta pertanggungjawaban, pria itu tidak ada di tempat.

Justru, mereka disambut pemandangan yang menyayat hati, tiga anak lain dengan kaki terikat rantai, dibiarkan tidur di luar tanpa alas dan selimut.

VMR (6), SAW (14), dan IAR (11), bersama MAF, adalah korban dari metode pendidikan yang diterapkan SP. Selama lebih dari sebulan, rantai besi menjadi teman tidur mereka di tengah dinginnya malam.

Kesaksian Bisu Luka dan Ketakutan

Setelah diselamatkan, ketakutan mendalam masih membekas di wajah keempat bocah tersebut.

Mereka memohon kepada Kepala Desa Mojo, Bagus Muhammad Muksin, agar tidak melaporkan hal ini kepada SP karena takut akan dipukuli dan dianiaya lebih parah.

Pemeriksaan oleh bidan desa mengonfirmasi ketakutan itu, dengan ditemukannya sejumlah luka memar di tubuh mereka.

Luka-luka itu menjadi saksi bisu atas kekerasan yang diduga sering dilakukan oleh tangan SP.

Bukan Keluarga, Diduga Modus Eksploitasi

Menurut keterangan Kades Mojo, SP tidak memiliki hubungan keluarga sama sekali dengan keempat anak tersebut.

Ada dugaan kuat bahwa keberadaan anak-anak ini dimanfaatkan oleh SP sebagai modus untuk mendapatkan akses bantuan atau belas kasihan dari orang lain.

Fakta bahwa SP kerap berpindah-pindah tempat tinggal semakin memperkuat kecurigaan bahwa ini adalah praktik yang mungkin sudah berjalan lama.

Anak-anak dari Batang bahkan sudah tinggal bersamanya selama dua tahun, sementara yang dari Semarang selama satu tahun.

Penangkapan dan Pertanggungjawaban Hukum

Pada Minggu siang, SP akhirnya pulang ke rumahnya dan langsung dihadapkan pada konsekuensi perbuatannya.

Ia segera dibawa ke Polsek Andong sebelum akhirnya diserahkan ke Polres Boyolali untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk visum terhadap para korban.

Kini, SP harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Kronologi Penemuan 4 Anak Kelaparan dan Dirantai di Andong
Kronologi Penemuan 4 Anak Kelaparan dan Dirantai di Andong

Identitasnya sebagai pria 65 tahun yang seharusnya menjadi panutan kini telah berganti menjadi tersangka pelaku kekerasan dan penelantaran anak.

Tidak hanya itu, pelaku juga meninggalkan luka mendalam bagi para korban dan trauma bagi masyarakat Andong.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Bocah Dirantai dan Kelaparan di Rumah, Terbongkar Usai Satu Anak Nekat Curi Kota Amal Masjid

4 Bocah Dirantai dan Kelaparan di Rumah, Terbongkar Usai Satu Anak Nekat Curi Kota Amal Masjid

News | Senin, 14 Juli 2025 | 11:09 WIB

Profil Nicholas Nyoto Prasetyo Dononagoro, Ketua Koperasi BLN Dugaan Investasi Bodong

Profil Nicholas Nyoto Prasetyo Dononagoro, Ketua Koperasi BLN Dugaan Investasi Bodong

Bisnis | Minggu, 25 Mei 2025 | 13:15 WIB

Legislator Gerindra Apresiasi Langkah Polisi Tangkap Penganiaya Nenek di Boyolali

Legislator Gerindra Apresiasi Langkah Polisi Tangkap Penganiaya Nenek di Boyolali

News | Sabtu, 10 Mei 2025 | 17:40 WIB

Dari Sate Pak Kempleng Hingga KRB Cafe, Ini 5 Wisata Kuliner Hits di Boyolali

Dari Sate Pak Kempleng Hingga KRB Cafe, Ini 5 Wisata Kuliner Hits di Boyolali

Lifestyle | Minggu, 06 April 2025 | 17:27 WIB

New Zealand Van Java Juga Punya Waterboom! Ini 4 Kolam Renang di Boyolali yang Wajib Dikunjungi

New Zealand Van Java Juga Punya Waterboom! Ini 4 Kolam Renang di Boyolali yang Wajib Dikunjungi

Lifestyle | Jum'at, 04 April 2025 | 16:35 WIB

Antara Deflasi dan Pahala: Kotak Amal Masjid di Aceh Menyusut?

Antara Deflasi dan Pahala: Kotak Amal Masjid di Aceh Menyusut?

Liks | Kamis, 13 Maret 2025 | 19:23 WIB

Terkini

Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah

Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah

Jabar | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi

Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak

Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak

Banten | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:23 WIB

Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA

Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA

Jawa Tengah | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35

Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35

Jatim | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen

Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen

Jabar | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting

Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting

Jatim | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan

Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang

Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang

Banten | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil

Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil

Bogor | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 22:51 WIB

×