"@gerindra plis lah dibina anggota nya," pinta netizen lain.
Video permintaan maaf Ahmad Dhani itu apakah benar ditujukan untuk Maia Estianty?
Ada netizen yang sudah sadar kalau itu video lama dan bukan untuk kasus bersama Maia melainkan orang lain.
"Ini video lama kasus penghinaan dengan musisi Pono," komentar netizen.
Setelah Suara.com telusuri, video itu memang video lama.
Momen itu setelah dirinya disidangkan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan atau MKD.
Hal ini karena dia berkasus dengan Rayen Pono. Dhani bahkan dilaporkan Bareskrim Mabes Polri atau kasus pencemaran nama baik.
Ahmad Dhani dengan sengaja sudah memplesetkan nama marga Rayen yakni Pono menjadi Porno.

Ahmad Dhani Ogah Damai dengan Maia Estianty
Ahmad Dhani mengaku jika hubungan dengan Maia memang tidak pernah baik-baik saja.
Bahkan tak segan-segan, suami Mulan Jameela itu menyebut mantan istrinya sebagai sumber fitnah.
"Gak bisa (damai), apapun yang saya lakukan sudah dipikirkan matang-matang. Kalau gak diginiin, kayaknya bakal gibah terus," ujarnya blak-blakan.
Ahmad Dhani pun mengklarifikasi jika pada saat pernikahan putranya, Al Ghazali dan Alyssa Daguise, hubungannya masih dalam keadaan belum membaik dengan sang mantan istri.
"Kalau dibilang saya dan Maia sudah membaik saat di pernikahan putra saya, ya itu kan kelihatannya saja. Namun, di balik layar seperti itu yang sesungguhnya. Kami belum membaik," tegasnya.
Adapun saat disinggung siapa sosok yang disasar Dhani dalam kasusnya ini, pentolan Dewa 19 itu menyebut jika Maia Estianty tujuan utamanya.
"Semuanya. Termasuk sumbernya, sumber fitnahnya itu kan dari ibunya Al El Dul (Maia Estianty). Itu fitnah dan gibah yang dikatakan terus menerus," sambung Dhani.
Dalam kesempatan yang berbeda, Dhani pun meminta suami Maia Estianty, Irwan Mussry, untuk memberikan nasihat pada sang istri untuk tidak terus-terusan membahas masa lalu.
Ahmad Dhani mengungkap bahwa dirinya selama ini sudah cukup bersabar dengan komentar-komentar Maia di media maupun media sosial yang terus mengungkit masa lalu mereka.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah