Selebgram Mang Osa Murka Rantis Brimob Lindas Ojol: Kita Dianggap Polisi Tidur

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 13:46 WIB
Selebgram Mang Osa Murka Rantis Brimob Lindas Ojol: Kita Dianggap Polisi Tidur
Mang Osa [Instagram]
Baca 10 detik
  • Mamang Osa mengecam keras tindakan aparat dalam insiden tewasnya ojol Affan Kurniawan saat demo DPR
  • Ia menuding ada unsur kesengajaan dan menyindir hilangnya rasa kemanusiaan dalam penanganan unjuk rasa.
  • Unggahannya viral dan memperkuat desakan publik agar kasus ini diusut tuntas dan aparat yang bersalah dihukum.

Suara.com - Insiden tragis yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob dalam kericuhan unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis malam, 28 Agustus 2025 menuai kecaman dari berbagai pihak.

Salah satu suara keras datang dari selebgram dan kreator konten, Mamang Osa, yang meluapkan amarahnya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Selebgram yang dikenal dengan konten-konten lucunya ini menunjukkan sisi lain dirinya dengan melontarkan kritik pedas terhadap aparat kepolisian.

Insiden nahas tersebut terjadi di tengah aksi massa buruh dan mahasiswa yang berakhir ricuh hingga malam hari.

Dalam sebuah video amatir yang beredar luas di media sosial, tampak sebuah rantis melaju kencang di kawasan Pejompongan dan menabrak seorang pengemudi ojol yang terjatuh di jalan.

Korban, yang kemudian diidentifikasi sebagai Affan Kurniawan (20), sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) namun nyawanya tidak tertolong.

Melalui unggahannya, Mang Osa menyindir tajam institusi kepolisian yang seharusnya mengayomi masyarakat.

"Kita menganggap negara ini banyak kriminalitas karena polisinya tidur. Tapi, ternyata justru polisi yang menganggap kita polisi tidur," keluhnya.

Lelaki yang juga aktor ini kemudian secara gamblang menuduh adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa memilukan tersebut.

Baca Juga: Ibu Ungkap Sikap Tak Biasa Affan Kurniawan sebelum Meninggal Terlindas Mobil Brimob

"Sengaja," lanjut Mang Osa.

Mang Osa juga mempertanyakan urgensi pengemudi rantis untuk terus melaju setelah menabrak Affan.

"Sebenarnya ada gigi mundur, tapi mungkin sebenda matikah itu warga sipil di mata polisi? Bedanya sama Israwel apa? Maaf, this time nggak bisa bantu bilang kalau aparat juga sama-sama rakyat, pelindung rakyat. Mereja cuma kerja blablabla, no, ini udah aksi sadis," tuturnya.

Kritik yang disampaikan lelaki 35 tahun juga menyoroti hilangnya rasa kemanusiaan dalam penanganan unjuk rasa.

"Al-Fatihah untuk abang ojol korban (di)lindas oleh polisi," ucap Mang Osa.

Unggahan tersebut sontak mendapat perhatian luas dari warganet, yang turut menyuarakan simpati untuk korban dan kemarahan atas tindakan aparat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?