Rachel menambahkan bahwa penyesalannya bukan sekadar bentuk tanggung jawab pribadi, melainkan juga bentuk solidaritas terhadap rakyat kecil yang kini ikut menanggung beban atas kebijakan pemerintahan.
Awkarin dan Rachel Vennya diketahui pernah terang-terangan berada di barisan pendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada pemilu 2024.
Kekecewaan mereka langsung menuai reaksi keras dari warganet yang menyoroti sikap para influencer saat menentukan pilihan politik dan dampaknya bagi masyarakat luas.
"Cie ada yang nyesel? Selamat ya, pilihanmu berpengaruh sama hajat hidup satu negara," tulis seorang warganet dengan nada sinis.
"Buat apa ngaku menyesal? Takut dihujat kah?" komentar lain yang menuding pengakuan itu hanya untuk meredam kritik.
Beberapa warganet juga menyinggung soal visi misi pasangan presiden-wakil presiden yang sejak awal dianggap tidak pro rakyat kecil namun tetap dipilih oleh banyak figur publik.
"Padahal di visi misi mereka sudah jelas, ingin menaikan pajak, menaikan gaji, mensejahterakan aparat sipil dan aparatur negara, pentingnya membaca, padahal ada beberapa poin dari visi misi yang nggak sesuai tapi tetap aja dipilih," kata seorang pengguna media sosial.
Ada pula yang menegaskan bahwa peran influencer memang sangat besar dalam memengaruhi opini publik sehingga dampaknya kini terasa terutama bagi masyarakat kelas bawah.
Suara dari publik figur seperti Awkarin dan Rachel Vennya bisa menjadi pengingat bahwa pilihan politik bukan hanya soal personal, melainkan soal masa depan jutaan rakyat.
Baca Juga: Imbau Rakyat Tenang dan Percaya Pemerintah, Prabowo: Waspada Ada Kelompok Ingin Huru-hara
Kontributor : Chusnul Chotimah