Valerie Young, sebagai satu-satunya petugas yang kompeten dan pahlawan wanita (dan satu-satunya wanita) dalam film thriller aksi Joe Carnahan yang ramping, kejam, dan terinspirasi tahun 70-an, terjebak di tengah baku tembak antara ketiga pihak yang mematikan ini.
Film ini dengan cerdik memainkan "double crosses," di mana penonton tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Murretto mengungkapkan kepada Young bahwa ia mencoba menyuap jaksa agung negara bagian, William Fenton, yang menolak dan akhirnya terbunuh.
Fenton telah merekam percakapan mereka, memaksa Murretto bekerja sama dengan FBI, yang membuat mafia menginginkannya mati.
Young, seorang mantan medis militer dengan kuku merah muda neon, harus menggunakan semua keahliannya untuk bertahan hidup dan mungkin menyelamatkan hari itu[1].
Ulasan: Aksi Tanpa Henti dan Karakter yang Memikat
Copshop arahan Joe Carnahan menerima ulasan yang umumnya positif dari para kritikus.
Film ini dipuji karena kecepatan aksinya dan dialog yang tajam, menjadikannya tontonan yang menyenangkan.
Salah satu kekuatan utama film ini terletak pada penampilan para pemerannya. Frank Grillo sebagai Teddy Murretto berhasil memerankan penipu licik yang terjebak dalam situasi tanpa harapan.
Gerard Butler sebagai Bob Viddick juga memukau, unggul dalam memerankan berbagai jenis penjahat.
Viddick digambarkan sebagai sosok yang tenang, metodis, namun mematikan, dengan "one-liner" yang khas.
Namun, bintang sesungguhnya dari film ini adalah Alexis Louder sebagai Valerie Young.
Kritikus memuji penampilannya sebagai petugas yang tangguh dan berpendapat bahwa ia adalah protagonis sebenarnya dari film ini.
Young digambarkan sebagai karakter yang kuat, cerdas, dan mampu menghadapi kekerasan yang terjadi di sekitarnya.
Dinamika antara ketiga karakter utama, penipu, pembunuh bayaran, dan polisi, menjadi inti dari daya tarik film ini.
Secara keseluruhan, Copshop berhasil dalam menyajikan aksi tembak-menembak yang memuaskan.
Joe Carnahan dengan ahli menciptakan adegan aksi yang intens yang membuat penonton tegang, memanfaatkan setiap sudut kantor polisi untuk menciptakan adegan tembak-menembak akrobatik.
Kehadiran Toby Huss sebagai Anthony Lamb juga menambahkan lapisan kekacauan dan kegilaan, dengan beberapa kritikus menyebutnya sebagai ancaman yang sebenarnya menakutkan, yang membawa keributan yang nyata.
Copshop adalah pengalaman sinematik yang mendebarkan dan memuaskan yang memberikan pukulan dari awal hingga akhir.