Trailer Children of Heaven Versi Indonesia Dirilis, Ceritanya di Semarang era 80-an

Yazir F, Tiara Rosana

Rabu, 04 Maret 2026 | 20:30 WIB
Trailer Children of Heaven Versi Indonesia Dirilis, Ceritanya di Semarang era 80-an
Konferensi pers film Children of Heaven di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 4 Maret 2026 [Suara.com/Tiara Rosana].
baca 10 detik
  • MD Pictures merilis remake resmi film Iran Children of Heaven dengan latar Semarang tahun 1980-an untuk menjaga relevansi cerita.
  • Hanung Bramantyo menerapkan standar kerja khusus yang mengutamakan kenyamanan dan kebahagiaan aktor cilik selama proses syuting.
  •  Film yang menonjolkan nilai pengorbanan kakak-adik ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 27 Mei 2026.

Suara.com - MD Pictures resmi meluncurkan teaser poster dan trailer perdana film Children of Heaven versi Indonesia.

Film ini merupakan adaptasi resmi dari mahakarya sutradara Iran, Majid Majidi, yang sempat masuk nominasi Best Foreign Language Film pada Academy Awards 1997.

Sutradara Hanung Bramantyo didapuk untuk menggarap proyek ini dengan membawa perubahan signifikan pada latar tempat dan waktu, yakni di Semarang pada era 1980-an.

Keputusan ini diambil untuk menjaga relevansi cerita sekaligus menghindari eksploitasi kemiskinan di era modern.

CEO MD Entertainment, Manoj Punjabi, mengungkapkan bahwa mendapatkan hak adaptasi (IP) film ini bukanlah perkara mudah. Dia mengaku telah mengejar lisensi film tersebut selama hampir satu dekade.

"Cerita ini kami sudah kejar dari tujuh sampai delapan tahun, bahkan 10 tahun. Kita coba terus tidak dapat-dapat, akhirnya bisa jatuh ke tangan MD. Saya bersyukur dan ini sesuai ekspektasi saya. Jarang kalau kita adaptasi film ada benchmark-nya, tapi saya bisa bilang Anda semua tidak akan kecewa," kata Manoj Punjabi dalam jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 4 Maret 2026.

Bagi Hanung Bramantyo, menyutradarai remake dari film legendaris ini adalah tantangan moral. Dia menegaskan tidak ingin terjebak dalam pola "menjual kemiskinan" yang sering menjadi komoditas drama air mata.

"Sebagaimana yang dipesankan oleh kreatornya, Majid Majidi, film ini tidak boleh mengeksploitasi kesedihan dan kemiskinan. Justru di tengah keterbatasan, kita harus menunjukkan martabat sebagai manusia. Itu yang saya lihat dalam film-film Iran. Mereka bangga menjadi diri sendiri meskipun serba kurang," beber Hanung.

Latar Semarang tahun 1980-an dipilih untuk menyesuaikan logika cerita tentang mahalnya sepasang sepatu kets.

baca juga

Menurut Manoj, jika film ini dipaksakan berlatar tahun 2026, konflik utama tentang hilangnya sepatu menjadi tidak masuk akal karena mudahnya akses terhadap alas kaki murah di zaman sekarang.

"Zaman sekarang semua punya HP. Kemiskinan yang ada di film ini bukan itu poin yang mau disampaikan. Kita tidak mau memeras emosi yang tidak benar. Keputusan bersama adalah ambil setting 80-an. Zaman itu sepatu adalah barang mewah, luxury," jelas Manoj Punjabi.

Komitmen terhadap Produksi Ramah Anak

Selain persoalan estetika, Hanung Bramantyo sempat ragu mengambil proyek ini karena trauma pribadinya terhadap industri film anak yang sering kali tidak ramah terhadap aktor cilik.

Dia bahkan pernah bersumpah tidak akan menyutradarai film anak jika pola kerja industri masih menuntut jam kerja dewasa.

"Puncaknya dulu saya pernah disurati sekolah si anak karena dia nyaris di-skors akibat bolos syuting. Saya bilang ke Pak Manoj, saya mau membuat film ini asalkan syutingnya ramah untuk anak. Anak harus happy dan tidak boleh mengikuti standar kerja kita yang dewasa," tegas suami aktris Zaskia Adya Mecca ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap Mengaduk Emosi, Novel 'Seporsi Mie Ayam sebelum Mati' Segera Diangkat ke Layar Lebar

Siap Mengaduk Emosi, Novel 'Seporsi Mie Ayam sebelum Mati' Segera Diangkat ke Layar Lebar

Entertainment | Rabu, 04 Maret 2026 | 18:15 WIB

Tergiur Gaji Rp50 Juta, 3 Komika Jadi Tumbal Pesugihan di Film Warung Pocong

Tergiur Gaji Rp50 Juta, 3 Komika Jadi Tumbal Pesugihan di Film Warung Pocong

Entertainment | Selasa, 03 Maret 2026 | 18:30 WIB

Colombiana: Dendam Membara Zoe Saldana ke Gembong Narkoba, Malam Ini di Trans TV

Colombiana: Dendam Membara Zoe Saldana ke Gembong Narkoba, Malam Ini di Trans TV

Entertainment | Selasa, 03 Maret 2026 | 19:15 WIB

Hari Pertama Tayang, Film 'Titip Bunda di Surga-Mu' Bikin Bioskop Banjir Air Mata

Hari Pertama Tayang, Film 'Titip Bunda di Surga-Mu' Bikin Bioskop Banjir Air Mata

Entertainment | Selasa, 03 Maret 2026 | 16:31 WIB

Sinopsis Pinocchio Unstrung, Obsesi Boneka Kayu Demi Jadi Manusia

Sinopsis Pinocchio Unstrung, Obsesi Boneka Kayu Demi Jadi Manusia

Entertainment | Selasa, 03 Maret 2026 | 21:00 WIB

Furiosa: A Mad Max Saga: Simfoni Kekacauan dan Balas Dendam, Tayang Sahur Ini di Trans TV

Furiosa: A Mad Max Saga: Simfoni Kekacauan dan Balas Dendam, Tayang Sahur Ini di Trans TV

Entertainment | Selasa, 03 Maret 2026 | 19:30 WIB

Terkini

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

×