Suara.com - Ketua YLBHI, Muhammad Isnur ikut menanggapi soal adanya ancaman pemidanaan dari petinggi TNI terhadap CEO Malaka Project, Ferry Irwandi.
Tanggapan itu menyusul kedatangan Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI, Brigadir Jenderal TNI Juinta Omboh Sembiring ke Polda Metro Jaya pada Senin (8/9/2025) kemarin.
Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (9/9/2025), Isnur menanggapi hal itu dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah mencabut pasal dalam Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Dalam unggahannya, Isnur juga membagikan ulang enam poin yang menjadi amar putusan MK terkait pencabutan pasal di UU ITE.
Selain itu, Isnur menyebut jika dalam putusan MK juga melarang institusi pemerintahan termasuk TNI-Polri untuk melaporkan balik kritik warga negara dengan tuduhan pencemaran nama baik.

"Terkait upaya pemidanaan @irwandierry oleh TNI. Sekedar mengingatkan, MK sudah mencabut pasal di UU ITE dan melarang lembaga-lembaga pemerintah (termasuk TNI, Polri, dll) untuk melaporkan pencemaran nama baik," demikian unggahan Isnur.
Lewat unggahannya itu, Isnur juga mengigatkan para pejabat negara untuk membaca lagi putusan MK dengan Nomor 105/PUU-XXII/2024.
"Cerdas hukum dikit dong ah," tulisnya.
Ancam Pidanakan Ferry Irwandi
Dansatsiber TNI, Brigjen Juinta Omboh Sembiring sebelumnya mengaku kedatangannya ke Polda Metro Jaya untuk berkonsultasi soal dugaan pelanggaran pidana yang melibatkan Ferry Irwandi.
Namun, Juinta tidak menjelaskan secara detail apa pelanggaran yang dilakukan mantan PNS Kemenkeu itu. Dia hanya menyebut jika pelanggaran yang diduga melibatkan Ferry Irwandi ditemukan lewat patroli siber TNI di media sosial.
Juinta Omboh memastikan bahwa pihaknya tidak akan main-main dan akan menempuh jalur hukum secara penuh untuk menuntaskan dugaan ini.
"Kami tentunya mengedepankan hukum, sehingga atas dugaan tindak pidana tersebut kami akan melakukan langkah-langkah hukum," ujarnya.
Lebih lanjut, Juinta juga mengaku sudah sempat mencoba menghubungi Ferry Irwandi untuk berdiskusi soal algoritma. Namun, upaya itu diklaim tidak digubris oleh Ferry.
“Saya coba konsultasi, karena dia berbicara masalah algoritma dan lain-lain, saya sebagai Dansatsiber juga memiliki hal seperti itu. Saya coba kontak, staf saya suruh, tidak bisa," ujarnya.