-
Dua remaja wanita di Kendari berkelahi karena memperebutkan seorang pria bernama Putra.
-
Polisi menasihati keduanya dengan gaya tegas namun diselingi humor hingga suasana jadi cair.
-
Video interogasi itu viral dan menuai pujian karena menunjukkan sisi humanis aparat kepolisian.
Suara.com - Dunia maya kembali dihebohkan dengan sebuah video yang merekam drama percintaan remaja yang berujung di kantor polisi.
Dalam video yang beredar luas, tampak dua orang remaja wanita sedang dinasihati oleh seorang petugas kepolisian di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Diduga keduanya mendapat wejangan dari petugas setelah keduanya terlibat perkelahian sengit yang dipicu oleh masalah asmara memperebutkan seorang pria.
Video tersebut memperlihatkan suasana tegang namun menggelitik di sebuah ruangan yang diduga adalah pos polisi.
Seorang petugas dengan rompi bertuliskan polri dan emblem Panit II Perintis tampak duduk sambil memberikan ceramah kepada dua remaja wanita yang terlihat menangis dan menutupi wajah mereka karena malu.
"Terjadi lagi, terjadi lagi!" ujar petugas tersebut dengan nada gemas, menandakan bahwa insiden semacam ini bukan pertama kalinya ia tangani.
Ia langsung menunjuk pada inti permasalahan. "Bikin masalah saja gara-gara laki-laki!"
Petugas itu kemudian melontarkan pertanyaan yang menjadi puncak kelucuan dalam video tersebut.
Ia menanyakan seberapa istimewanya pria yang menjadi sumber pertikaian, yang diketahui bernama Putra.
Baca Juga: Anak Menteri Keuangan Yudo Sadewa Kembali Viral, Kali Ini Diduga Sindir Gibran Lewat Postingan Satir
"Seganteng bagaimana kah itu Putra?" tanyanya dengan ekspresi penasaran, membuat situasi yang tadinya tegang menjadi sedikit lebih cair.
"Baru galau-i Putra," lanjutnya menyindir, merujuk pada betapa para remaja itu dibuat pusing oleh pria tersebut dengan menggunakan khas Kendari.
Salah satu remaja wanita yang berdiri tampak terus terisak, sementara rekannya yang lain duduk di bangku dengan wajah tertunduk.
![Ilustrasi krisis identitas pelajar. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/01/54278-ilustrasi-krisis-identitas-pelajar-ist.jpg)
Sang polisi, dengan gaya yang menghibur, bahkan membandingkan pria rebutan itu dengan dirinya sendiri.
"Masih ganteng saya, hai!" celetuknya yang disambut tawa kecil dari orang-orang di sekitarnya.
Dalam interogasinya yang santai, petugas itu terus mengulik drama tersebut.
"Jadi gara-gara laki-laki, tawuran antara perempuan. Parah!" katanya sambil geleng-geleng kepala.
Momen ini menunjukkan sisi lain dari tugas kepolisian, di mana mereka tidak hanya menegakkan hukum tetapi juga menjadi penengah dalam drama-drama sosial yang tak terduga.
Video ini dengan cepat menjadi viral dan menuai berbagai reaksi dari warganet. Banyak yang terhibur dengan cara polisi tersebut menangani situasi, yang dinilai tegas namun tetap humanis dan diselingi humor.
Di sisi lain, banyak pula yang menyayangkan tindakan kedua remaja tersebut yang rela adu fisik hanya karena seorang pria.
Insiden ini menjadi cerminan dari fenomena konflik di kalangan remaja yang kerap dipicu oleh masalah asmara, yang tak jarang berujung pada kekerasan.
Namun, berkat cara penanganan yang unik dari polisi di Kendari, kasus ini berakhir menjadi sebuah tontonan yang menghibur sekaligus pelajaran berharga bagi banyak orang.