-
Reza Rahadian debut sebagai sutradara dan penulis lewat film Pangku yang menuai pujian luas.
-
Film Pangku meraih empat penghargaan bergengsi di Busan International Film Festival 2025.
-
Ceritanya mengangkat perjuangan seorang ibu dalam tradisi “kopi pangku” dan berhasil menyentuh banyak penonton.
Suara.com - Aktor kenamaan Reza Rahadian membuktikan talentanya tidak terbatas pada seni peran.
Melalui film Pangku, Reza mencatatkan debut yang spektakuler sebagai sutradara sekaligus penulis cerita.
Bahkan Reza langsung disambut dengan pujian dan apresiasi tinggi, baik dari pejabat pemerintah maupun panggung film internasional.
![Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyambut baik instruksi Presiden Prabowo Subianto yang mewajibkan para pejabat negara menggunakan mobil Maung buatan PT Pindad sebagai kendaraan dinas. [Suara.com/Lilis]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/21/52391-menteri-kebudayaan-fadli-zon.jpg)
Di acara pemutaran perdana yang digelar di XXI Plaza Indonesia, Rabu, 5 November 2025, Menteri Kebudayaan Fadli Zon tak dapat menyembunyikan rasa bangganya.
Menurutnya, Pangku adalah sebuah karya sinematik yang berhasil memotret realitas kehidupan di Indonesia dengan sangat jujur dan menyentuh.
Apresiasinya semakin melambung mengingat film ini telah lebih dulu berjaya di Busan International Film Festival (BIFF) 2025.
"Luar biasa, ada empat penghargaan (dari BIFF). Ini membuktikan bahwa Reza Rahadian bukan hanya aktor, tapi juga sutradara yang hebat dan handal. Kita bangga," ujar Fadli Zon dalam keterangannya kepada awak media Kamis, 6 November 2025. .
Fadli berharap film Pangku bisa membawa harum nama Indonesia ke level Internasional.
"Semoga film ini bisa terus mengangkat perfilman Indonesia ke panggung dunia. Selamat!"
Keberhasilan Pangku di kancah internasional memang bukan isapan jempol belaka.
Film ini berhasil membawa pulang empat piala bergengsi dari BIFF 2025, antara lain FIPRESCI Award dari federasi kritikus film, KB Vision Audience Award (Pilihan Penonton), Bishkek International Film Festival-Central Asia Cinema Award, dan Face of the Future Award.
Di sisi lain, Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo, mengaku tersentuh secara personal setelah menyaksikan film tersebut.

Giring mengungkapkan bahwa alur ceritanya yang kuat membuatnya langsung teringat pada pengorbanan dan cinta tulus seorang ibu.
"Saya jadi ingin berterima kasih pada ibu saya. Film ini wajib ditonton oleh semua ibu hebat dan anak-anaknya di Indonesia. Anak-anaknya pasti langsung sungkem," kata Giring.
Ia memuji narasi film yang sederhana namun kuat, mengisahkan perjuangan seorang ibu dari titik terendah dengan bantuan orang asing, menjadikannya tontonan yang inspiratif.
Pangku sendiri terinspirasi dari kisah nyata yang mengangkat isu sosial pelik di pesisir Pantura.
Film ini berpusat pada Sartika, seorang perempuan muda dari kelompok minoritas yang hamil dan merantau demi masa depan anaknya.
Ia terpaksa bekerja di sebuah warung yang menjalankan tradisi lokal kontroversial bernama kopi pangku, di mana para perempuan menemani tamu pria dengan duduk di pangkuan mereka.
Di tengah hujan pujian, Reza Rahadian sebagai sutradara menyampaikan rasa terima kasihnya dengan rendah hati kepada semua yang hadir.
"Selamat menonton film yang merupakan karya perdana saya ini," tutupnya singkat.
Acara pemutaran perdana ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting seperti Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, serta para direktur dari kementerian terkait dan Ketua Lembaga Sensor Film.
Tak ketinggalan, para pemeran utama seperti Christine Hakim, Fedi Nuril, Claresta Taufan, dan Devano Danendra juga hadir memeriahkan acara.