Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:50 WIB
Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari (kiri) menyapa wartawan sebelum pelantikan pejabat baru dalam Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/tom]
baca 10 detik
  • Pengamat M. Jamiluddin Ritonga menyarankan pemerintah mengistirahatkan Muhammad Qadari karena responsnya terhadap demonstrasi mahasiswa dinilai menutup ruang dialog.
  • Pernyataan Qadari yang menolak penghentian program makan bergizi dianggap memicu ketegangan serta berpotensi memperluas aksi demonstrasi mahasiswa.
  • Pemerintah disarankan membentuk tim khusus lintas disiplin untuk merespons aspirasi masyarakat secara terbuka, dialogis, dan lebih empatik.

Suara.com - Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menyarankan Istana mengistirahatkan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BKP) Muhammad Qodari dalam merespons berbagai tuntutan mahasiswa yang belakangan disuarakan melalui aksi demonstrasi.

Menurut Jamiluddin, langkah tersebut perlu dipertimbangkan agar komunikasi pemerintah terhadap mahasiswa tidak semakin memperkeruh situasi dan justru membuka ruang dialog yang lebih konstruktif.

Pernyataan itu disampaikan menyusul respons Qodari yang menolak tuntutan penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Saat itu, Qadari menegaskan program tersebut tidak bisa dihentikan karena merupakan janji Presiden Prabowo Subianto saat kampanye dan dinilai telah memberi manfaat bagi masyarakat.

"Demonstrasi akan terus membesar bila pemerintah meresponnya terlalu hitam putih," kata Jamiluddin kepada Suara.com, Jumat (19/6/2026).

Menurut dia, jawaban yang disampaikan Qodari tidak semestinya keluar dari seorang pejabat yang bertugas membangun komunikasi pemerintah dengan publik. Karena jawabannya dinilai justru menutup komunikasi publik.

Jamiluddin menilai respons tersebut memberi kesan bahwa pemerintah ingin mempertahankan posisinya tanpa membuka ruang pembicaraan lebih lanjut dengan mahasiswa.

"Kalau sudah berpikir menang kalah, itu sama saja sudah menutup ruang lobi dan negosiasi," katanya.

Ia menilai sikap yang terlalu tegas menolak tuntutan mahasiswa justru berpotensi membuat aksi demonstrasi semakin meluas.

baca juga

Bahkan, menurutnya, mahasiswa bisa semakin mengintensifkan gerakan mereka karena merasa aspirasinya tidak didengar.

"Respon Qodari itu akan semakin membuat mahasiswa bertahan pada tuntutannya. Bahkan bisa saja mahasiswa akan semakin mengintensifkan tuntutannya dengan jumlah mahasiswa yang terus membesar," kata Jamiluddin.

Karena itu, ia menyarankan pemerintah membentuk tim khusus yang bertugas merespons tuntutan mahasiswa dan berbagai kelompok masyarakat secara lebih terbuka, dialogis, dan empatik.

"Sebelum hal itu terjadi, pemerintah perlu mengistirahatkan Qadari dalam merespon tuntutan mahasiswa," ujarnya.

Menurut Jamiluddin, tim tersebut sebaiknya diisi oleh pakar komunikasi, politik, psikologi, sosiologi, dan budaya agar mampu memetakan tuntutan yang berkembang di masyarakat sekaligus merumuskan respons yang tepat.

Selain menyampaikan komunikasi kepada publik, tim tersebut juga diharapkan dapat membuka dialog langsung dengan berbagai elemen masyarakat dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

"Semua respons dan dialog yang dilakukan tim seharusnya diikuti oleh kebijakan yang selaras dengan tuntutan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa," kata Jamiluddin.

Ia menilai pendekatan yang lebih terbuka dan empatik dapat membantu meredakan aksi demonstrasi karena masyarakat merasa didengar dan aspirasinya mendapat respons dari pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat

Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:14 WIB

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:35 WIB

Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil

Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:20 WIB

Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total

Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:11 WIB

Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut

Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:59 WIB

Demo Mahasiswa Kepung DPR Hari Ini, Protes BBM Naik hingga MBG: Skripsi Saja Ada Direvisi!

Demo Mahasiswa Kepung DPR Hari Ini, Protes BBM Naik hingga MBG: Skripsi Saja Ada Direvisi!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:36 WIB

Ribuan Mahasiswa Geruduk DPR Demo Harga BBM, Jalan Gatot Subroto Ditutup

Ribuan Mahasiswa Geruduk DPR Demo Harga BBM, Jalan Gatot Subroto Ditutup

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:10 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×