Suara.com - Fatima Bosch, Miss Meksiko 2025, mencuri perhatian publik dunia setelah aksinya walk out dari acara pra-penobatan Miss Universe di Bangkok.
Insiden ini terjadi pada Oktober 2025 ketika dia dipermalukan oleh Direktur Miss Universe Thailand, Nawat Itsaragrisil, di hadapan kamera dan peserta lain.
Nawat yang juga menjabat sebagai Vice President MUO Asia & Oseania disebut berulang kali memanggil Fatima dengan sebutan "bodoh" saat menegurnya di depan umum.
Merasa martabatnya direndahkan, Fatima memilih meninggalkan ruangan dengan kepala tegak, menandai momen bersejarah bagi perjuangan perempuan di ajang kecantikan.
Keputusan Fatima Bosch untuk walk out segera diikuti puluhan kontestan Miss Universe lain sebagai bentuk solidaritas terhadapnya.
Presiden Miss Universe Organization, Raul Rocha, langsung mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras tindakan Nawat Itsaragrisil.
Dia juga membatasi keterlibatan Nawat dalam rangkaian Miss Universe 2025, sebagai upaya menjaga citra positif ajang global tersebut.
Sosok Cerdas dan Berpendidikan Tinggi

Fatima Bosch lahir pada 19 Mei 2000 di Tabasco, Meksiko dan dikenal sebagai sosok yang berpendidikan tinggi serta berjiwa sosial.
Dia merupakan lulusan Universidad Iberoamericana (IBERO) di Mexico City, salah satu universitas ternama di Meksiko.
Baca Juga: Sabet Gelar Miss Universe Indonesia 2025, Ini Fakta Menarik Sanly Liu
Selain menjadi ratu kecantikan, Fatima juga berprofesi sebagai desainer fashion dan memiliki akun khusus untuk menampilkan karya seni miliknya.
Kecerdasannya membuat hinaan yang dia terima terasa sangat ironis dan memunculkan gelombang dukungan besar dari publik.
Perjalanan Fatima Bosch Menuju Miss Universe Meksiko

Fatima Bosch memulai karier kontes kecantikan di wilayah asalnya, Tabasco, Meksiko.
Langkah awalnya dimulai pada 2018 ketika dia meraih mahkota regional Flor de Oro dalam kontes Flor Tabasco dan memenangkan gelar Miss Universe Tabasco 2025.
Puncaknya terjadi pada September 2025, saat Fatima Bosch memenangkan mahkota Miss Universe Meksiko 2025.
Kemenangan ini bersejarah karena dia menjadi wanita pertama dari Tabasco yang berhasil meraih gelar nasional tersebut.
Gelar inilah yang membawa Fatima mewakili Meksiko di ajang Miss Universe internasional.
Kontroversi Kemenangan Fatima Bosch

Kemenangan Fatima Bosch di tingkat nasional sempat memicu kontroversi.
Ketika namanya diumumkan, penonton langsung bersorak ejekan dan beberapa kontestan dilaporkan meneriakkan bahwa runner-up, Miss Jalisco, yang seharusnya menang.
Hanya empat kontestan yang naik ke panggung untuk memberikan selamat kepadanya.
Terlepas dari sambutan dingin ini, Fatima Bosch tetap melaju untuk mewakili Meksiko di Miss Universe 2025 di Thailand.
Keberaniannya untuk bersuara dan memperjuangkan martabatnya saat dihina di ajang internasional kemudian menjadi sorotan global.
Penyintas Bullying yang Kini Menginspirasi Dunia

Di balik pesona dan kecerdasannya, Fatima Bosch ternyata adalah penyintas bullying sejak kecil karena disleksia dan ADHD yang dia alami.
Fatima kerap menceritakan bagaimana pengalaman pahit itu justru membentuknya menjadi perempuan kuat dan berani memperjuangkan hak-haknya.
Kisah hidup Fatima kini menjadi simbol bahwa kecantikan sejati bukan hanya pada penampilan, tetapi juga pada keberanian untuk menegakkan harga diri.
Bagi banyak orang, tindakannya di panggung Miss Universe 2025 bukan sekadar walk out, melainkan perlawanan terhadap pelecehan dan arogansi kekuasaan.
Kontributor : Chusnul Chotimah