- IP Jumbo dipersiapkan tujuh tahun untuk melintasii generasi dan zaman sampai 100 tahun
- Visinema secara aktif merekrut talenta-talenta terbaik dan para ahli berpengalaman di industri IP Indonesia
- Selain Jumbo, Visinema memiliki IP Kancil, Nussa, dan Domikado
Suara.com - Sutradara sekaligus CEO Visinema Pictures, Angga Dwimas Sasongko, membeberkan strategi besar di balik kesuksesan fenomenal film animasi Jumbo.
Menurutnya, ledakan popularitas Jumbo yang kini menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari persiapan matang selama tujuh tahun yang dirancang untuk visi jangka panjang.
Hal ini diungkapkan Angga saat ditemui di acara Jakarta IP Market 2025 di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Selasa, 11 November 2025.
Dia menegaskan bahwa Jumbo sejak awal dipersiapkan untuk menjadi kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP) yang abadi.
"Jumbo itu memang dipersiapkan untuk jadi besar sejak awal. Karena, dipersiapkannya sendiri kan kalau dari sisi bisnisnya, bukan cuma sekadar filmnya tuh tujuh tahun, dari tahun 2018," ungkap Angga.
Sutradara film "Mencuri Raden Saleh" ini menjelaskan bahwa Jumbo adalah fondasi bagi masa depan Visinema untuk seratus tahun mendatang.
Konsep yang diusung adalah evergreen IP, yaitu sebuah kekayaan intelektual yang mampu melintasi generasi dan zaman.
"Jadi, memang Jumbo itu adalah pijakan awal masa depannya Visinema untuk, mudah-mudahan ya, 100 tahun ke depan gitu, ya. Di mana kita punya yang namanya evergreen IP," jelasnya.
"Dan puji Tuhan, awalannya diberikan kesempatan untuk jadi sangat besar," tambah Angga.
Baca Juga: 5 Tablet Baterai Jumbo 6000 hingga 9000 mAh yang Bisa Dipakai Seharian, Harga Cuma Rp1 Jutaan

Kesuksesan luar biasa Jumbo, yang berhasil memecahkan rekor penonton, menjadi validasi bagi Visinema bahwa pasar Indonesia siap menerima dan mendukung pengembangan IP lokal yang digarap serius oleh talenta-talenta dalam negeri.
Ketika ditanya apakah kesuksesan Jumbo merupakan sebuah kebetulan, Angga dengan tegas membantahnya.
Dia merinci bahwa proyek ini adalah buah dari perencanaan yang sangat matang, tidak hanya dari sisi konten tetapi juga dari struktur manajemen di Visinema.
"Enggak, sama sekali bukan kebetulan. Ini sesuatu yang memang dipersiapkan sangat matang," tegas Angga.
"Enggak cuma di kontennya doang, tapi juga di bagian manajemen, struktural di Visinema-nya sendiri," lanjutnya.
Selama lima tahun terakhir, Visinema secara aktif merekrut talenta-talenta terbaik dan para ahli berpengalaman di industri IP Indonesia, seperti Herry Salim dan Ryann Adriandhy, untuk membangun fondasi yang kokoh.
Angga juga menjelaskan perbedaan mendasar antara pengembangan film biasa dengan pengembangan evergreen IP. Menurutnya, konsep evergreen IP tidak melulu soal pembuatan sekuel yang terkadang bisa terkesan dipaksakan.
"Kalau evergreen IP konsepnya bukan sequeling. Jadi, enggak akan ada maksa," ujarnya.
Dia menekankan bahwa cara pandang pengembangan IP dan pengembangan film adalah dua hal yang berbeda. Jika pengembangan film berorientasi pada satu produk, pengembangan IP adalah sebuah perjalanan maraton yang berkelanjutan.
Pipeline Proyek Raksasa Visinema Selanjutnya
Kesuksesan Jumbo tidak membuat Visinema berpuas diri. Angga mengungkapkan bahwa studio tersebut telah memiliki sederet IP lain dalam antrean yang juga dipersiapkan untuk menjadi besar.
"Ini ada Kancil, kita punya Nussa, kita punya Domikado. Jadi, kita punya banyak. Kita punya banyak IP dalam pipeline kita," sebutnya.
Untuk proyek yang akan tayang di bioskop seperti Jumbo, Angga memastikan bahwa Kancil dan Nussa akan segera menyusul. Semua proyek yang keluar dari Visinema Studios kini memiliki tujuan yang sama, yaitu menjadi evergreen IP.
Sementara itu, semesta Jumbo sendiri akan terus dikembangkan ke berbagai medium. Dalam waktu dekat, akan ada peluncuran buku, mainan, hingga rencana konser di tahun depan.
"Akan banyak sekali hal-hal yang akan lahir dari karakter-karakter Jumbo ini nanti," tambah Angga.
Rahasia di Balik Menciptakan IP Raksasa
Sebagai salah satu kreator paling berpengaruh di Indonesia, Angga Dwimas Sasongko membagikan tipsnya dalam membangun IP yang sukses. Baginya, kunci utamanya adalah kesabaran dan kolaborasi.
"Great things take time. Jadi, untuk membuat sesuatu yang signifikan, membuat sesuatu yang baik gitu, ya, butuh kesabaran, butuh mampu membangun tim yang kuat," terangnya.
Angga menambahkan bahwa mustahil mengerjakan proyek besar seorang diri. Butuh kolaborasi, kemauan untuk terus belajar, dan memandang proses kreatif sebagai sebuah pengembangan (development), bukan sekadar penciptaan (creation).
"Selama tujuh tahun kami enggak hanya bikin, tapi juga sembari bikin sembari belajar. Kita lihat kanan-kiri, banyak baca buku, banyak datang ke event-event kayak begini, di seluruh dunia," tutur Angga.
"Ini adalah sebuah journey, jadi maraton. Dan, ya, mungkin enggak akan pernah selesai, it's always work in progress," imbuhnya.