- Film horor Janur Ireng merupakan prekuel Sewu Dino yang menampilkan kakak beradik korban musibah tinggal bersama pamannya.
- Film ini mengandung banyak jumpscare, adegan sadis (gore), dan disutradarai oleh Kimo Stamboel, mendapat rating 17+.
- Tora Sudiro debut horor serius sebagai paman bengis, menampilkan adegan tarian yang mengejutkan penonton.
Suara.com - Film Janur Ireng siap menyapa penggemar horor di bioskop. Film ini merupakan prequel dari Sewu Dino yang sudah lebih dulu tayang.
Film Janur Ireng mengisahkan kakak beradik, Sabdo (Marthino Lio) dan Intan (Ratu Rafa).
Mereka yang mengalami musibah karena rumahnya kebakaran, ditolong oleh sang paman, Arjo Kuncoro (Tora Sudiro).
Tinggal di rumah Arjo Kuncoro yang megah dan besar, rupanya tak melulu membuat Sabdo dan Intan nyaman. Mereka menemukan keanehan yang terjadi di bangunan tersebut.
Mulai dari Intan yang seperti melihat makhluk aneh di kamar, hingga Sabdo yang diminta melakukan ritual aneh oleh sang paman, Arjo Kuncoro.
Bagi para penonton yang lebih dulu menyaksikan film Sewu Dino di 2023, mungkin saja memahami alur cerita, mengapa akhirnya tokoh ini menjadi begini.
![Film Janur Ireng [Instagram/@janurirengfilm]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/01/66180-film-janur-ireng-instagramatjanurirengfilm.jpg)
Namun buat saya yang belum pernah menonton film Sewu Dino, Janur Ireng masih bisa dinikmati. Sebab memang, kisahnya menceritakan awal mula kebangkitan kekuatan besar, Sewu Dino.
Lantas, seperti apa gambarannya? Layaknya film horor, Janur Ireng juga menawarkan jumpscare, sosok hantu hingga musik yang seram.
Hal itulah yang saya rasakan ketika film Janur Ireng ini baru dimulai. Volume suara yang keras, disertai jumpscare, cukup memberi rasa kejut.
Kengerian, sekilas hadir dari sosok hantu yang merasuki Intan. Tapi hal itu hanya sesaat, lantaran jumpscare lagi-lagi membawa penonton kaget.
Lainnya, karena Janur Ireng disutradarai Kimo Stamboel, pecinta film agaknya sudah bisa menebak akan seperti apa tontonan ini.
Semprotan darah dalam tubuh hingga aksi bagian tubuh yang keluar menjadi pemandangan di film Janur Ireng. Tak salah memang jika film produksi MD Pictures diberi rating 17+.
Hal ini pun tak jadi masalah bagi sang produser, Manoj Punjabi. Ia tak mau sebuah karya dipaksa untuk semua umur.
"Kami nggak suka negosiasi yang asal menurut saya pantas, oke. Di sini 17 tahun. Ya, menurut saya ya, sesuailah dengan filmnya. Memang ada gore-nya, ada action-nya, ada ya Kimo style-lah, kita tahu," kata Manoj Punjabi beberapa waktu lalu jelang premiere film pada Kamis, 18 Desember 2025.
Hal lain yang kemudian menarik perhatian adalah sosok Tora Sudiro. Aktor yang akrab dengan genre komedi, kini full berakting serius dan bengis.
Ini menjadi totalitas Tora Sudiro yang juga debut di genre horor lewat Janur Ireng.
Tapi namanya Tora Sudiro, sosok yang lekat dengan komedi tersebut, juga tak bisa lepas dari 'sisi kocak'.
Tanpa bermaksud spoiler karena memang Tora Sudiro sudah memberikan bocoran tentang scene menari, dalam filmnya, momen ini memang cukup mengagetkan.
Selain seperti yang saya sebutkan di atas, jumpscare menjadi rasa kaget alih-alih kemunculan sosok menyeramkan.
"Jadi kan kalau (tarian) Surabaya ternyata... Aku pikir kan kalau Jawa kan luwes gitu, ini kan yang geruntang-geruntung, itu lumayan sih, lumayan menguras tenaga," ucap Tora Sudiro.
Inilah yang membuat film Janur Ireng agaknya memberikan oase hiburan setelah digelontorkan rasa tegang.
Sementara di akhir film, akan ada benang merah yang kemudian mempersatukan cerita Janur Ireng dan Sewu Dino.
Segelintir penonton bahkan memberikan respons, "wah, wah wah!" dengan intonasi terkejut.
Ah, sebagai tambahan, jika Anda melihat poster film Janur Ireng dengan kaki Ratu Rafa mengangkang, hal ini memang bagian dari film seperti yang juga pernah dikatakan Manoj Punjabi.
"Setelah nonton, oh pantesan. Jadi, nggeh kenapa (ada poster ini)," jelas Manoj Punjabi.