- Aliando Syarief dan Richelle Skornicki tetap menjaga batasan (boundaries) meski melakoni adegan dewasa.
- Ibu Richelle memantau langsung proses syuting dari balik monitor untuk memastikan keamanan.
- Walaupun punya kedekatan spesial, keduanya tetap merasa grogi saat beradegan mesra di depan kru.
Suara.com - Dunia hiburan tanah air kembali diramaikan dengan kehadiran serial terbaru yang menjadi perbincangan hangat, Pernikahan Dini Gen Z.
Proyek ini tidak hanya menarik perhatian karena merupakan adaptasi dari cerita legendaris, tetapi juga karena chemistry antara dua pemeran utamanya, Aliando Syarief dan Richelle Skornicki.
Salah satu poin yang paling banyak disorot oleh publik adalah keberanian keduanya dalam mengeksekusi adegan-adegan dewasa yang menuntut profesionalisme tinggi.
Dalam sebuah sesi wawancara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini, Aliando dan Richelle secara terbuka membagikan pengalaman mereka selama proses syuting berlangsung.
Meskipun keduanya diketahui memiliki kedekatan spesial di dunia nyata, melakoni adegan intim di depan kamera ternyata memberikan tantangan tersendiri bagi mereka.
Batasan Jelas dan Pengawasan Ketat
Dalam industri perfilman, adegan dewasa sering kali menjadi topik sensitif.
Richelle Skornicki menekankan bahwa setiap adegan yang dilakukan tetap berada dalam koridor profesional dan memiliki batasan yang sangat jelas.
Ia mengungkapkan bahwa peran sang ibu sangat krusial dalam memastikan segala sesuatunya berjalan sesuai kesepakatan.
"Mami pastikan enggak ada yang melebihi batas semuanya. Karena ya dari tadi Ali (Aliando) bilang juga ya, boundaries," kata Richelle menjelaskan bagaimana ia dan tim produksi menjaga integritas akting mereka tanpa harus melanggar nilai-nilai pribadi.
Kehadiran orangtua di lokasi syuting bukan tanpa alasan. Bagi Richelle, mendapatkan restu dan pengawasan langsung dari ibunya adalah syarat mutlak sebelum dirinya menyetujui untuk mengambil peran tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan aktor menjadi prioritas utama dalam produksi serial Pernikahan Dini Gen Z.
Diplomasi Aliando Syarief kepada Calon Ibu Mertua
Aliando Syarief, yang sudah malang melintang di industri sinetron dan film Indonesia, tampak sangat menghargai keberadaan ibu Richelle di lokasi.
Dengan nada santai dan sedikit bercanda, Ali menceritakan bagaimana ia mencoba meyakinkan sang ibu bahwa semua adegan dilakukan semata-mata demi kebutuhan naskah dan akting profesional.
Aliando bahkan sempat menirukan kembali dialognya saat berhadapan dengan ibunda Richelle untuk menjamin keamanan sang kekasih selama syuting.
"Bagus. (Berakting seolah bicara ke ibunya Richelle) 'Ini oke kok. Nih baik-baik aja," kata Aliando Syarief.
Lebih lanjut, Aliando menegaskan bahwa dirinya sangat menghormati batasan yang ada. Ia sadar betul bahwa tanggung jawabnya sebagai aktor bukan hanya soal estetika visual di layar, tetapi juga menjaga kepercayaan dari keluarga lawan mainnya.
"Kita enggak akan ngelakuin hal itu beneran. Bener ya? Enggak. Nanti adegan itu Mami lihat deh. Iya bener,'" tutur Aliando menirukan percakapannya.
Pantauan dari Belakang Monitor
Richelle mengungkapkan bahwa sang ibu tidak hanya sekadar hadir di lokasi, tetapi juga memantau secara detail setiap pengambilan gambar melalui monitor sutradara.
Hal ini dilakukan agar sang ibu bisa melihat langsung bagaimana adegan tersebut dikemas melalui teknik kamera yang profesional.
"Dan pas kita syuting pas lagi take adegan itu pun Mami juga ada di belakang monitor," ungkap Richelle Skornicki.
Dengan adanya sang ibu di balik monitor, Richelle merasa lebih terlindungi dan yakin bahwa adegan yang terekam tidak akan melenceng dari apa yang telah disepakati sejak awal kontrak.
Menariknya, meskipun Aliando Syarief dan Richelle Skornicki kerap menunjukkan kemesraan di depan publik dan dikabarkan menjalin hubungan asmara, rasa canggung tetap tidak bisa dihindari saat harus beradegan mesra di depan banyak kru film.
Richelle mengakui bahwa suasana di lokasi syuting sangat berbeda dengan kehidupan sehari-hari mereka.
"Canggung mungkin ya. Canggung banget walaupun ya seperti yang kalian lihat kita sangat nempel," ujar Richelle.
Ketegangan mulai terasa saat sutradara memberikan aba-aba untuk memulai syuting. Atmosfer profesional yang tercipta di set seketika mengubah perasaan personal menjadi tanggung jawab pekerjaan yang cukup mendebarkan.
" Jadi baper, takut sendiri," tambahnya.