Bawa harapan dan damai
Bahagia di kalbu
Seribu lilin nyalakan
Di tengah dunia
Biar sinarnya menyatakan
Kemuliaan sorga
Kehangatanmu kirimkan
Di hati yang beku
Kehangatan kasih Tuhan
Di Natal yang syahdu
Kehangatan kasih Tuhan
Di Natal yang syahdu
Chord Lagu Seribu Lilin
Bait 1:
F C Bb F
Seribu lilin nyalakan
Bb C F
Di tengah dunia
F Gm F/A Bb
Biar sinarnya menyatakan
C F
Kemuliaan surga
Bait 2:
F C Bb F
Wartakan pada dunia
Bb C F
Kabar sukacita
F Gm F/A Bb
Tlah lahir Yesus Penebus
C F
Juru slamat kita
Bait 3:
F C Bb F
Hai bintang indah Betlehem
Bb C F
Kiranya sinarmu
F Gm F/A Bb
Bawa harapan dan damai
C F
Bahagia di kalbu
Bait 4:
F C Bb F
Seribu lilin nyalakan
Bb C F
Di tengah dunia
F Gm F/A Bb
Biar sinarnya menyatakan
C F
Kemuliaan surga
Bait 5:
F C Bb F
Kehangatanmu kirimkan
Bb C F
Di hati yang beku
F Gm F/A Bb
Kehangatan kasih Tuhan
C F
Di Natal yang syahdu
Makna Lirik Lagu Seribu Lilin
Lagu Seribu Lilin memiliki makna yang dalam dan sarat simbolisme Natal. Lilin dalam lagu ini tidak hanya dimaknai sebagai benda fisik yang dapat dinyalakan, melainkan sebagai lambang terang, harapan, dan kasih Tuhan yang hadir di tengah dunia.
Kalimat “seribu lilin nyalakan di tengah dunia” menggambarkan ajakan bagi umat untuk menghadirkan terang di tengah kegelapan, baik secara rohani maupun sosial. Lirik selanjutnya menegaskan bahwa terang tersebut bukan sekadar cahaya biasa, melainkan cahaya yang menyatakan “kemuliaan surga”.
Cahaya tersebut merujuk pada kelahiran Yesus Kristus yang diyakini sebagai terang sejati bagi umat manusia. Kelahiran-Nya membawa kabar sukacita, harapan, dan keselamatan, sebagaimana tertuang dalam bait “tlah lahir Yesus penebus, juru slamat kita”.
Simbol bintang Betlehem yang disebutkan dalam lagu juga memiliki makna penting. Bintang tersebut melambangkan petunjuk ilahi yang membawa orang-orang kepada Sang Juru Selamat. Dalam konteks lagu, sinar bintang diharapkan membawa harapan dan damai, serta kebahagiaan yang tumbuh di dalam hati manusia.
Pada bait akhir, lagu ini menyoroti sisi emosional Natal. “Kehangatanmu kirimkan di hati yang beku” menggambarkan kondisi manusia yang mungkin lelah, terluka, atau kehilangan harapan.
Melalui Natal, kasih Tuhan dihadirkan untuk menghangatkan kembali hati yang dingin dan memulihkan jiwa yang rapuh. Secara keseluruhan, Seribu Lilin mengajak pendengarnya untuk tidak hanya merayakan Natal secara seremonial, tetapi juga menghidupi nilai-nilai Natal dalam kehidupan sehari-hari yakni menjadi terang, menyebarkan kasih, membawa damai, dan menghadirkan harapan bagi sesama.
Demikian itu lirik dan chord lagu Seribu Lilin. Lagu ini menjadi pengingat bahwa Natal adalah tentang kasih Tuhan yang nyata dan terus menyala, seperti seribu lilin yang menerangi dunia.
Kontributor : Mutaya Saroh