Suara.com - Pembelaan Ramzi yang masih mengambil pekerjaan MC televisi meski menjabat Wakil Bupati Cianjur menuai nyinyiran tajam dari publik.
Sorotan publik muncul karena Ramzi dinilai tetap aktif di dunia hiburan saat sudah mengemban amanah sebagai pejabat daerah.
Isu tersebut ramai dibahas warganet yang mempertanyakan fokus, etika, serta komitmen seorang pejabat publik terhadap tugas pemerintahan.
Menanggapi polemik itu, Ramzi akhirnya angkat bicara untuk meluruskan berbagai asumsi yang berkembang di masyarakat.
Ramzi menegaskan seluruh aktivitasnya sebagai presenter televisi tidak melanggar aturan hukum maupun regulasi jabatan publik.
Suami dari Avi Basalamah ini mengaku telah mempelajari peraturan secara mendalam sebelum memutuskan tetap menerima pekerjaan di layar kaca.
Tidak hanya itu, Ramzi juga melakukan konsultasi dengan berbagai pihak guna memastikan langkahnya tetap sesuai aturan.
"Isu ini sebenarnya sudah lama saya tunggu, karena semuanya sudah saya pelajari dan tidak ada yang dilanggar," ujar Ramzi seperti dikutip pada Minggu, 28 Desember 2025.
Politisi Partai NasDem tersebut bahkan menyebut telah menanyakan langsung ke sejumlah lembaga negara terkait posisinya.
Baca Juga: Ramzi Dilantik jadi Wabup Cianjur, Penampilan Anak dan Istri Disebut seperti Tertukar
"Sampai ke KPK juga saya tanyakan, dan hasilnya tidak ada masalah," tegas Ramzi.
Menurutnya, keterbukaan dan kehati-hatian penting agar kepercayaan publik terhadap pejabat tetap terjaga.
Dia memastikan aktivitas di dunia hiburan tidak mengganggu kinerjanya sebagai Wakil Bupati Cianjur.
Ramzi lantas menekankan bahwa seluruh agenda pemerintahan selalu ditempatkan sebagai prioritas utama.
"Kalau ada jadwal syuting bentrok dengan agenda penting daerah, saya pasti memilih Cianjur," ungkapnya.
Dia menyebut komitmen tersebut sudah disepakati bersama pihak stasiun televisi tempatnya bekerja.
Meski demikian, penjelasan Ramzi tidak sepenuhnya meredam kritik yang terus mengalir dari warganet.
Sejumlah komentar menilai pejabat seharusnya fokus penuh melayani masyarakat tanpa mencari pekerjaan sampingan.
"Kalau takut pendapatan berkurang, jangan jadi pejabat, jabatan kok dijadikan sampingan," tulis seorang warganet.
Komentar lain menyebut, "Kalau pendapatan pejabat masih kurang, lebih baik mundur daripada rangkap profesi."
Ada pula yang mempertanyakan fokus Ramzi dengan menulis, "Mau jadi pejabat atau presenter, tidak mungkin dua-duanya maksimal."
Warganet lain menilai pemimpin seharusnya sudah selesai dengan urusan pribadi sebelum mengurus kepentingan publik.
Di tengah perdebatan tersebut, Ramzi memilih tetap bekerja dan menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada masyarakat.
Kontributor : Chusnul Chotimah