Sal Priadi mengaku saat itu diajak berfoto tanpa mengetahui detail persoalan hukum yang kembali ramai.
Setelah mengetahui konteks yang beredar, Sal menegaskan sikapnya tidak membela Sitok Srengenge.
Pelantun hits Gala Bunga Matahari itu juga menyatakan tidak bertanggung jawab atas pihak-pihak yang memelintir situasi tersebut.
"Kalau ada pihak yang melintir-melintir itu urusan dia," tulis Sal dengan nada kesal.
Dalam pernyataannya, Sal Priadi menegaskan sikap pribadi yang sangat keras terhadap pelaku kekerasan seksual.
Sal juga menyampaikan pelajaran penting dari kejadian ini untuk lebih berhati-hati ke depan.
Sitok Srengenge sendiri diketahui pernah terjerat kasus dugaan kekerasan seksual sejak 2013.
Kasus bermula dari laporan mahasiswi UI berinisial RW ke Polda Metro Jaya.
Korban mengaku dihamili Sitok setelah pertemuan yang berkaitan dengan aktivitas akademik dan seni.
Pada 6 Oktober 2014, Sitok Srengenge resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.
Dia dijerat pasal berlapis, termasuk Pasal 286 KUHP tentang persetubuhan dalam kondisi tidak berdaya.
Selain itu, Sitok juga dijerat Pasal 294 ayat 2 KUHP terkait perbuatan cabul.
Kasus tersebut sempat berjalan lambat karena kendala pembuktian dan berkas yang berulang kali dikembalikan.
Akibat tekanan publik, Sitok mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kurator Komunitas Salihara.
Dia juga mengalami penolakan sosial dalam berbagai kegiatan seni setelah kasus mencuat.