Menjawab Mereka yang Remehkan Soleh Solihun: Sangat Layak Jadi Juri Indonesian Idol

Yazir F Suara.Com
Sabtu, 03 Januari 2026 | 15:37 WIB
Menjawab Mereka yang Remehkan Soleh Solihun: Sangat Layak Jadi Juri Indonesian Idol
Soleh Solihun [Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Soleh Solihun bukan sekadar komika, melainkan mantan jurnalis musik senior dengan wawasan yang luas.
  • Ia memiliki rekam jejak kritik seni yang tajam dan penghargaan bergengsi (Adiwarta), menjamin penilaian yang kritis dan tidak normatif.
  • Kehadirannya memberikan perspektif jujur dan berani, memastikan penilaian kontestan didasarkan pada kualitas asli, bukan sekadar setelan drama.

Dalam konteks Indonesian Idol, kemampuan ini sangat krusial. Seorang juri harus mampu memberikan kritik yang membangun, bukan sekadar pujian normatif.

Penghargaan tersebut membuktikan bahwa Soleh memiliki standar estetika yang tinggi dalam menilai sebuah karya seni, termasuk performa panggung seorang calon bintang.

3. Paham Industri Hiburan

Transformasi karier Soleh Solihun dari seorang jurnalis menjadi komika, aktor, hingga sutradara film memberikan ia perspektif 360 derajat tentang industri hiburan.

Soleh tahu betul bagaimana sebuah "produk" hiburan dikemas dan dipasarkan. Pengalamannya menyutradarai film membuatnya paham tentang aspek visual, storytelling, dan bagaimana membangun karisma di depan kamera.

Pengetahuan ini sangat relevan karena Indonesian Idol tidak hanya mencari penyanyi dengan vokal merdu, tetapi mencari seorang entertainer paket lengkap yang siap terjun ke industri yang keras.

4. Opini yang Gamblang

Salah satu keluhan penonton terhadap ajang pencarian bakat adalah komentar juri yang terkadang dianggap terlalu "manis" atau settingan demi rating. Di sinilah peran Soleh Solihun menjadi sangat penting.

Soleh Solihun dikenal jujur dalam menyampaikan opininya. DNA-nya sebagai jurnalis mampu membuat ia berpikir objektif. Ia bahkan dijuluki si Mulut Racun.

Baca Juga: Lolos Audisi Indonesian Idol, Fajar Sadboy Siap Tinggalkan Pekerjaan

Kejujuran Soleh yang sering kali ceplas-ceplos justru menjadi angin segar. Ia tidak akan ragu mengatakan sebuah penampilan membosankan jika memang kenyataannya demikian.

Soleh ketika masih menjadi wartawan musik pernah mengkritik album Clubeighties, Summer 83. Tulisan pedas Soleh cukup bikin panas telinga para personel band tersebut saat itu.

5. Sudut Pandang 'Out of the Box'

Kekuatan utama Soleh Solihun terletak pada cara berpikirnya yang tidak konvensional. Ia sering kali melihat sesuatu dari sudut pandang yang tidak terpikirkan oleh orang awam.

Sebagai contoh, ia pernah mengkritik simbol hukum timbangan dan menyarankan diganti pisau yang memotong karena dianggap lebih mewakili realitas hukum.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI