Suara.com - Manohara kembali menjadi sorotan setelah membuat surat terbuka kepada media-media di Indonesia.
Pemilik nama Manohara Odelia Pinot tersebut rupanya keberatan terus-terusan dilabeli sebagai mantan istri Pangeran Kelantan.
Padahal menurut Manohara, pernikahan mereka tidak berlangsung atas kesepakatan kedua belah pihak sehingga menolak diromantisasi.
Selain itu, Manohara juga blak-blakan telah memutus komunikasi dengan sang ibunda.
Nama Manohara memang tak asing di telinga masyarakat Indonesia walau tidak terlalu aktif di industri hiburan.
Ketahui rekam jejak Manohara yang membuat namanya masih dikenali hingga sekarang dalam ulasan berikut ini.
![Manohara Odelia Pinot. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/06/88471-manohara-odelia-pinot.jpg)
1. Berawal dari Model Remaja
Manohara mengawali kariernya sebagai model sejak remaja, sekitar usia 14 tahun.
Manohara lahir dari ayah berkebangsaan Amerika Serikat dan ibu berdarah bangsawan Bugis.
Baca Juga: Sepak Terjang Brigita Manohara, Kini Diperiksa KPK Kasus Ricky Ham Pagawak
Sementara nama belakang 'Pinot' berasal dari ayah tiri Manohara yang berkebangsaan Prancis, Reiner Pinot Noack.
Wajah blasteran Manohara membuatnya masuk dalam daftar 100 Pesona Indonesia menurut Majalah Harper's Bazaar.
Dunia akting pun pernah digeluti Manohara dengan membintangi sejumlah sinetron dan film.
Pada 2019, Manohara terjun ke dunia politik dengan menjadi caleg DPR RI Partai Demokrat meski gagal terpilih.
![Manohara Odelia Pinot. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/06/58864-manohara-odelia-pinot.jpg)
2. Pernikahan dengan Pangeran Kelantan
Pernikahan Manohara dengan Tengku Fakhry pada 26 Agustus 2008 menjadi sorotan media Indonesia maupun Malaysia.
Bagaimana tidak, Manohara yang kala itu masih berusia 16 tahun menikah dengan anggota keluarga Kerajaan Kelantan sehingga mendapatkan gelar Cik Puan Temenggong.
Rumah tangga mereka semakin disorot ketika Manohara pulang ke Indonesia setelah dua bulan menikah.
Manohara kala itu menagih janji Tengku Fakhry untuk menggelar pernikahan di Jakarta.
Rumah tangga Manohara dikira sudah membaik setelah menjalankan umrah bersama keluarga pada Maret 2009.
Tak disangka Daisy Fajarina ibu Manohara mengaku tak bisa mengunjungi sang putri di Malaysia karena pencekalan.
Topik 'Penculikan Manohara' kemudian menjadi isu nasional hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjabat sebagai presiden kala itu ikut turun tangan.
Saat bertemu Presiden SBY, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak membantah rumor penculikan Manohara oleh Pangeran Kelantan tersebut.
Manohara akhirnya bisa pulang ke Indonesia pada Mei 2009 dengan bantuan aparat Singapura dan staf diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Manohara lantas membenarkan tuduhan penculikan dan penganiayaan oleh sang suami yang diungkap ibunya.
Di sisi lain, George Manz ayah kandung Manohara malah mendukung Tengku Fakhry.
George Manz berselisih dengan Daisy Fajarina sang mantan istri dengan mendukung Manohara kembali ke sang suami.
Pengadilan Syariah Malaysia pun memutuskan agar Manohara kembali ke sang suami dan membayar utang RM 1,2 juta.
Pihak Manohara pada akhirnya mengabaikan putusan Pengadilan Syariah Malaysia tersebut meski dianggap nusyuz atau durhaka dan kehilangan hak-haknya.

3. Pindah Agama
Manohara lagi-lagi bikin geger ketika rumornya pindah agama tersebar pada Oktober 2019.
Rumor tersebut bermula dari Manohara menuliskan sebuah ayat Al Kitab dalam unggahannya di Instagram.
Manohara baru mengonfirmasi bahwa ia sudah memeluk agama Kristen pada Februari 2020.
Manohara mengaku sudah cukup lama menganut agama Kristen.
Orang tuanya yang berbeda agama membuat Manohara sudah lama terpengaruh dua keyakinan.
Ibu Manohara seorang muslim, sedangkan sang ayah menganut agama Kristen.
Namun Manohara tak secara blak-blakan pernah menjadi seorang muslim saat seorang warganet mengajukan pertanyaan kepadanya.
4. Hubungan Renggang dengan Ibu

Baru-baru ini, Manohara mengungkap fakta mengejutkan bahwa dirinya memutuskan kontak dengan sang ibu.
Manohara mengaku tidak pernah dekat dengan ibunya, tak seperti yang diperlihatkan kepada publik.
Menurut Manohara, citra publik sangat penting bagi sang ibunda sebagai salah satu bentuk kontrol.
Pada kenyataannya Manohara selama ini mengalami kekerasan emosional dan sesekali kekerasan fisik.
Sang ibu diceritakan memanfaatkan dan memanipulasi Manohara, bahkan menempatkannya dalam situasi berbahaya.
Kendati tidak menceritakan situasinya secara blak-blakan, publik menduga hal itu masih berhubungan dengan pernikahan Manohara dan Pangeran Kelantan.
Lebih lanjut, Manohara menegaskan tak mau hidupnya terus dihubung-hubungkan dengan masa lalunya itu sehingga membuat surat terbuka kepada media-media di Indonesia.
Bagaimana pendapatmu?
Kontributor : Neressa Prahastiwi