Baca 10 detik
- Pandji Pragiwaksono melawak soal fisik pemimpin di Netflix; Gibran disebut "ngantuk" dalam materi stand-up.
- Dokter Tompi merespons kritik soal lelucon fisik, menjelaskan bahwa "ngantuk" mengacu pada kondisi medis ptosis.
- Tompi mengajak publik fokus kritik pada gagasan atau kebijakan, bukan fisik pemimpin yang tidak dapat mereka pilih.
Unggahan tersebut memperlihatkan bahwa respons dr. Tompi bukan ditujukan untuk membatasi ruang berekspresi atau humor, melainkan untuk mengingatkan bahwa di balik setiap candaan tentang fisik, ada dimensi kemanusiaan dan medis yang sering luput dari perhatian publik.