Suara.com - Drama China atau biasa disebut Dracin tengah digemari berbagai kalangan di Indonesia, terutama yang berdurasi pendek.
Dracin bahkan memikat sejumlah pesohor Tanah Air, salah satunya Desta yang mengaku rela membayar demi melihat episode lanjutan.
"Akhirnya gue sampai beli semua (episodenya), series-series yang aktingnya jelek banget, cuma ceritanya standar, tapi gue kok pengen tau terus gitu," ujar Desta saat podcast bareng Gofar Hilman.
Clara Shinta pun sempat ngambek hingga minta cerai gara-gara Alexander Assad sang suami gemar nonton Dracin.
Sebagaimana diketahui, Dracin digemari lantaran berbagai kisah yang dihadirkan membuat penonton terbuai dalam khayalan semu.
Kebanyakan Dracin berkisah tentang seorang pria berprofesi sebagai CEO yang jatuh cinta kepada gadis miskin.
Namun ketika popularitas Dracin sedang meledak di berbagai platform digital dunia, Pemerintah China atau Tiongkok justru memberikan batasan.
Pemerintah Tiongkok belum lama ini menerbitkan larangan agar Dracin tak lagi mengglorifikasi pernikahan dengan keluarga kaya.
Dracin yang terlalu memamerkan kekayaan atau menunjukkan kekuasaan pun dilarang.
Baca Juga: Dibintangi Jeno dan Jaemin NCT, Drama Wind Up Resmi Umumkan Poster dan Jadwal Tayang
Administrasi Radio dan Televisi Nasional Tiongkok lantas merilis pedoman untuk para pembuat konten saat memproduksi Dracin format pendek.
Di antaranya Dracin harus mematuhi prinsip realisme.
Pemerintah rupanya tidak ingin publik jadi mengidolakan uang dan gaya hidup mewah karena cerita kekayaan dan kemewahan yang disuguhkan Dracin.
Apalagi Dracin yang menyuguhkan kisah kesuksesan instan atau kaya dalam semalam karena dianggap mempromosikan pandangan mendapatkan sesuatu tanpa usaha.
Kisah CEO kaya dan gadis miskin pun sangat tidak disarankan, apalagi diembel-embeli sebagai kisah nyata.
Bukan hanya tidak realistis, cerita Dracin semacam itu dikhawatirkan dapat mengubah pandangan publik tentang para wirausahawan di Tiongkok.
Selain itu, Pemerintah Tiongkok berharap pembuat konten Dracin mengangkat kisah sejarah sama seringnya dengan topik percintaan dan keluarga.
Terakhir, Pemerintah Tiongkok menginginkan kualitas dibandingkan kuantitas Dracin yang beredar saat ini.
Menanggapi kabar pembatasan tersebut, warganet di Indonesia banyak yang menyayangkan.
Cerita pria berprofesi CEO dan gadis miskin yang tidak realistis justru yang menjadi daya tarik Dracin ketimbang konten-konten lainnya bagi mereka.
"Malah cerita kayak gini inpirasi buat orang miskin biar kerja dapet CEO," komentar akun @alyaa_yut***.
"Dracin ini termasuk cara gen milenial+gen z bertahan hidup loh," sahut akun @vyr_a***.
"Justru cerita yang begini, yang bikin orang betah nontonnya, justru karena berkhayal itu yang bikin seru, dengan realita di dunia yang keras ini," kata akun @lah.05.***.
"Tapi aku malah jadi motivasi kayak perempuan ditindas keluarganya dicerai suaminya dia kerja keras sampek punya perusahaan, ya walaupun perusahaan cuci ac kan penting saya CEO nya," timpal akun @aulia.share***.
Kontributor : Neressa Prahastiwi