Review Broken Strings: Cara Aurelie Moeremans Menyembuhkan Luka Child Grooming

Yazir F Suara.Com
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:30 WIB
Review Broken Strings: Cara Aurelie Moeremans Menyembuhkan Luka Child Grooming
Aurelie Moeremans (Instagram/aurelie)

Aurelie juga memilih untuk menulis tanpa bantuan editor atau penerbit profesional, bahkan desain sampulnya dikerjakan sendiri sebagai bagian dari proses kreatif independennya.

Gaya penulisan yang lugas dan intim membuat pembaca merasa seolah terjun langsung ke pikiran dan perasaan penulis.

Meski alurnya bergerak maju-mundur, namun hal ini justru mencerminkan cara kerja ingatan traumatis yang tidak pernah rapi atau kronologis.

Aurelie membuka secara jujur pengalaman traumatis yang meliputi manipulasi emosional, pemaksaan, perundungan, pelecehan seksual, hingga kekerasan psikologis.

Hal yang paling menyentuh adalah keputusan Aurelie membagikan buku ini secara gratis dalam format PDF, dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Di saat informasi sering dikomersialkan, Aurelie memilih fokus pada tujuan yang lebih besar, yakni membangun kesadaran.

Melalui memoar berisi pengalaman pahitnya, ia ingin orangtua lebih peka terhadap tanda-tanda predator, dan anak muda mampu mengenali perhatian yang berubah menjadi manipulasi berbahaya.

Broken Strings bukan sekedar buku, melainkan pengingat bahwa harapan selalu ada bahkan di tempat tergelap sekalipun.

Aurelie membuktikan bahwa keberanian untuk berbicara tentang masa lalu dapat menjadi langkah besar menuju penyembuhan, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain yang masih berjuang. 

Baca Juga: Berapa Harga Buku Broken Strings Versi Cetak? Segera Rilis usai Ebook-nya Viral

Tentunya, buku ini sangat layak dibaca oleh siapa pun yang ingin memahami lebih dalam tentang dinamika manipulatif dalam relasi, terutama kaitannya dengan anak dan remaja.

Kontributor : Anistya Yustika

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI