“Saya agak emosional ya, ini bisa terjadi loh pada anak-anak kita,” katanya.
Rieke juga menyebut bahwa kasus serupa sebenarnya banyak terjadi di Indonesia, hanya saja jarang terungkap.
“Sebetulnya banyak kasus ini di Indonesia, untung ada anak ini yang berani ngomong,” ujarnya.
Ia menyinggung indikasi adanya pembelaan diri dari pihak yang diduga sebagai pelaku.
“Lalu sekarang indikasi pelakunya, ini sekarang sedang melakukan pembelaan diri dan ini rame,” kata Rieke.
Menurutnya, pembelaan tersebut justru berpotensi menormalisasi kekerasan terhadap anak.
“Indikasi pelaku melakukan pembelaan diri seolah-olah normalisasi bagaimana kekerasan terhadap anak. Ada pembujukan di situ, pernikahan, ada indikasi kekerasan seksual,” tegasnya.
Rieke pun mendesak agar kasus ini diusut secara serius demi perlindungan anak di Indonesia.
Ia berharap aparat dan lembaga terkait tidak lagi diam dan segera mengambil langkah konkret untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Baca Juga: Buntut Kasus Aurelie Moeremans, Komisi XIII DPR Akan Gelar Rapat Gabungan Bahas 'Child Grooming'
Kontributor : Rizka Utami