- Film original Netflix Secrets adalah drama thriller garapan Ravi Bharwani yang mengangkat isu resiliensi perempuan dan bayang-bayang masa lalu mantan pekerja seks.
- Sha Ine Febriyanti dan Abimana Aryasatya dipilih sebagai pemeran utama karena dinilai memiliki kemampuan akting teknis dan emosional yang matang untuk karakter yang kompleks.
- Film ini menonjolkan kekuatan visual dan rasa dibandingkan dialog, dengan proses pengembangan naskah serta artistik yang mendetail selama hampir tiga tahun.
'Dari awal kita sudah pilih Ine, mesti hanya Ine yang bisa mainin. Bahkan waktu dikasih sinopsis saja, dia sudah tertarik," sambungnya.
Tantangan justru muncul saat mencari pemeran pria. Ravi membutuhkan aktor yang bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara emosi dan teknis. Pilihan akhirnya jatuh kepada Abimana Aryasatya.
"Nyari aktor yang cocok dan mau memerankan ini juga lumayan susah. Kalau aktor laki-laki itu harus lengkap, fisik, teknikal, dan emosi. Aktor action bisa main, tapi yang bisa akting bagus itu sedikit. Yang benar-benar paket lengkap, susah dicari," jelasnya.
Resiliensi Perempuan sebagai Inti Cerita
Meski dikemas sebagai thriller, Ravi menegaskan bahwa inti film ini adalah tentang ketangguhan perempuan. Inspirasi tersebut datang dari pengamatannya terhadap lingkungan sekitar yang mayoritas diisi perempuan.
Sang sutradara lalu membandingkan cara perempuan dan laki-laki menghadapi krisis hidup, terutama dalam konteks keluarga.
"Tingkat resiliensinya malah lebih tinggi dibanding laki-laki. Ketika perempuan menderita, ditinggal suami, ditinggal keluarga, atau harus ngidupin anak, dia punya waktu sebentar untuk menderita. Tapi besoknya dia harus bangkit lagi, ngurus anak lagi," terang Ravi.
CKalau laki-laki kadang-kadang bisa ninggalin anak. Maaf ya kalau laki-laki. Tapi di sini tanggung jawab perempuan itu kelihatan jauh lebih tinggi," lanjut dia.
Semangat untuk bertahan dan bangkit inilah yang ingin Ravi sampaikan ke penonton.
Baca Juga: Sinopsis Champagne Problems, Film Romcom Netflix Terbaru Tayang 19 November 2025
Bicara Lewat Rasa, Bukan Kata
Dialog yang selektif menjadi ciri khas Ravi Bharwani yang kembali dipertegas di film ini. Dia memilih menyampaikan emosi lewat bahasa tubuh, suasana, dan visual, bukan lewat percakapan panjang.
"Banyak film sekarang terlalu mengandalkan dialog. Padahal emosi itu bisa disampaikan lewat rasa," ujarnya.
Dia pun memberi analogi sederhana soal bagaimana perasaan seharusnya divisualkan di layar.
"Sakit perut itu, kalau cuma bilang 'saya sakit perut', itu kan kata-kata. Tapi tugas sutradara itu bagaimana mengkomunikasikan rasa sakit itu lewat visual, supaya penonton ikut merasakan,” jelas Ravi.
Pendekatan tersebut didukung oleh tim artistik yang sangat detail. Ravi bahkan menyebut timnya "rewel" soal warna, tekstur, hingga detail usia karakter di tiap fase kehidupan.