- Adik dari William Roberts ini resmi bergabung dalam sinetron Asmara Gen Z berperan sebagai Oliver, seorang peretas (hacker) jenius dari Amerika.
- Oliver terjun ke dunia akting berkat motivasi dan restu dari kakak-kakaknya (William, Junior Roberts, dan Cinta Brian) serta ibunya.
- Demi menghilangkan logat Bali yang kental, Oliver rela berlatih dialek Jakarta hingga jam 3 pagi dengan cara membaca novel keras-keras sebelum syuting.
Oliver Roberts akhirnya berada dalam satu judul yang sama dengan William Roberts. Baginya, ada rasa tegang sekaligus aman saat beradu akting.
"Tenangnya karena kalau ada adegan yang bingung, aku bisa tanya langsung ke 'senior' ini. Tapi deg-degannya pas lagi take terus ditontonin sama William, rasanya jadi gimana gitu," ungkap Oliver sembari tertawa.
William Roberts jug sangat antusias menyambut adiknya di lokasi syuting. Baginya, melihat Oliver mulai belajar berakting adalah momen yang sangat membahagiakan.
"Sangat happy karena adik bisa ikut ke lokasi. Tapi yang lucu adalah saya tiba-tiba merasa jadi orang dewasa di lokasi karena harus membimbing dia, jadi senior tiba-tiba," kata William Roberts dengan nada bercanda.
Namun, perjalanan Oliver menuju layar kaca tidaklah semudah yang dibayangkan banyak orang.
Sebagai pemuda yang besar dengan lingkungan logat Bali yang kental, ia mengalami kesulitan saat harus berdialog dengan bahasa Indonesia yang netral atau bergaya Jakarta.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Oliver Roberts menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam belajar.
Ia melakukan berbagai upaya agar kualitas akting dan bicaranya bisa memenuhi standar industri sinetron kejar tayang.
William menceritakan bagaimana kerja keras adiknya setiap malam demi mengubah aksen bicaranya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Sinetron Indonesia Mirip Asmara Gen Z untuk Anak Muda
Oliver rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk melatih pelafalan kata per kata agar tidak terdengar janggal saat syuting.
"Oliver ini rajin banget belajarnya. Sebelum syuting hari pertama, dia giat banget latihan," kata William Roberts.
"Awalnya dia punya logat Bali yang kental banget, jadi tiap hari dia latihan baca novel keras-keras supaya logatnya lebih Jakarta atau netral," imbuh adik Junior Roberts ini.
Bahkan, kegigihan Oliver sempat membuat sang kakak geleng-geleng kepala.
Sebab adiknya seolah tidak mempedulikan rasa lelah demi memberikan hasil yang maksimal pada penampilan perdananya.
"Dia rela latihan sampai jam 3 pagi pas baru mendarat, padahal paginya harus syuting," tambah William Roberts mengenai perjuangan sang adik di awal masa syuting.