Gina S. Noer Garap Film Aku Sebelum Aku: Eksplorasi Hubungan Ayah dan Anak

Senin, 19 Januari 2026 | 12:46 WIB
Gina S. Noer Garap Film Aku Sebelum Aku: Eksplorasi Hubungan Ayah dan Anak
Film Aku Sebelum Aku [Instagram]
Baca 10 detik
  • Film original terbaru karya Gina S. Noer berjudul "Aku Sebelum Aku" akan tayang global di Netflix tahun 2026.
  • Film ini mengeksplorasi hubungan ayah-anak laki-laki, pencarian identitas, dan kritik kesulitan menjadi orang tua di Indonesia.
  • Ringgo Agus Rahman berperan sebagai ayah dalam film berskala besar berlatar budaya Sunda yang kompleks ini.

Suara.com - Sutradara dan penulis skenario kenamaan, Gina S. Noer, kembali menghadirkan karya original terbaru yang akan tayang secara global di Netflix pada 2026. 

Bertajuk Aku Sebelum Aku, film ini menjadi wadah eksplorasi Gina mengenai dinamika hubungan ayah dan anak laki-laki, pencarian identitas lewat sejarah keluarga, hingga kritik sosial mengenai sulitnya menjadi orang tua di Indonesia.

Dalam acara Next On Netflix yang dihelat di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Kamis, 15 Januari 2026, Gina mengungkapkan bahwa ide cerita ini lahir dari momen personal bersama anak laki-lakinya yang kini berusia 14 tahun. 

Ketertarikan sang anak pada sejarah memantik pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah terpikirkan oleh Gina sebelumnya.

Berawal dari Pertanyaan Sejarah di Meja Makan

Premis film Aku Sebelum Aku berkisah tentang Jati (diperankan oleh Bima Sena), seorang remaja yang terpaksa menelusuri sejarah keluarganya demi tugas sekolah. 

Namun, perjalanan ini justru membawanya pada penemuan jati diri dan konflik dengan sang ayah, Jaya (Ringgo Agus Rahman).

"Dia (anak saya) suka banget sejarah. Dia suka memberikan pertanyaan-pertanyaan yang enggak pernah kepikiran sebelumnya. Misalnya, 'Dulu nenek waktu zaman perang gimana? Lihat tentara Belanda atau Jepang?'," cerita Gina kepada awak media.

Dari percakapan sederhana itu, Gina menyadari bahwa sejarah dunia memiliki korelasi erat dengan sejarah diri sendiri. Dia merasa banyak orang di era modern melupakan akar mereka dan terlalu sibuk mencari validasi dari hal eksternal, seperti pencapaian di media sosial.

Baca Juga: Promo Buy 1 Get 1 Tiket Film Esok Tanpa Ibu di m.tix, Simak Cara Belinya

"Kadang-kadang ketika kita melupakan kita berasal dari mana, kita malah sibuk dengan hal-hal eksternal. Kita diukur sama achievement kita. Dulu kita biasa dibandingin sama anak tetangga, sekarang kita bisa dibandingin sama orang-orang yang bahkan kita enggak kenal," beber Gina.

Memotret "Kesepian" Laki-laki dan Patriarki

Film maker Gina S Noer (Suara.com/Lilis Varwati)
Film maker Gina S Noer (Suara.com/Lilis Varwati)

Berbeda dengan karya-karya sebelumnya yang kerap menonjolkan perspektif perempuan, kali ini Gina memilih sudut pandang maskulin, yakni hubungan ayah dan anak laki-laki. 

Menurutnya, ini adalah cara untuk melihat dampak patriarki dari sisi yang berbeda. Laki-laki sering kali menjadi korban dari tuntutan sosial untuk selalu kuat dan tidak boleh mengeluh.

"Laki-laki tidak bercerita, dia ngapain? Dia merokok di Alfamart, atau ngopi. Saya tuh sekarang kalau lewat Alfamart lihat laki-laki diam di pinggir jalan tuh kayak sedih banget rasanya. Kayak dia enggak bisa curhat," tutur sutradara Dua Garis Biru tersebut.

Gina juga membedah perbedaan dinamika antara ayah-anak perempuan dengan ayah-anak laki-laki. Jika hubungan dengan anak perempuan cenderung protektif, hubungan dengan anak laki-laki sering kali diwarnai persaingan identitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mitos vs Fakta Sampah: Cara Cerdas Jadi Pahlawan Kebersihan Lingkungan
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Sejarah Otomotif: Siapa Penemu Mobil Pertama di Dunia?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI