Suara.com - Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang lebih dikenal sebagai Noe Letto akhirnya angkat bicara soal jabatan barunya.
Sebagaimana diketahui, Noe belum lama ini dilantik sebagai Tenaga Ahli (TA) Dewan Pertahanan Nasional (DPN).
Keputusan itu membuat banyak orang kecewa karena Noe selama ini kritis terhadap pemerintah.
Noe dikhawatirkan berhenti mengkritisi pemerintah karena jabatan yang diembannya.
Melalui kanal YouTube Sabrang MDP Official, Noe Letto menjawab berbagai kekhawatiran tersebut.
Pertama-tama Noe menjelaskan bahwa tugasnya sebagai TA DPN bukan membuat peraturan.
Noe dan TA yang lain hanya memberi masukan, merekomendasikan, dan menganalisis situasi.
Kendati begitu, Noe Letto sangat memahami kekhawatiran publik akan dirinya kehilangan suara setelah 'masuk dalam sistem'.
Baca Juga: Terpopuler: Rekam Jejak Noe Letto dan Frank Hutapea, Daftar Shio Paling Cuan Tahun Kuda Api
Sebaliknya, Noe masuk ke pemerintahan justru untuk menjalankan sebuah eksperimen dengan tujuan membuat standar bagi pejabat.
"Ada satu eksperimen dengan pejabat untuk membuat framework bagaimana seharusnya pejabat berinteraksi dengan masyarakat," ungkap Noe dalam konten YouTube yang dibagikan pada Rabu, 21 Januari 2026.
"Karena tidak ada yang mau melakukan, ya wis yo tak mangkat (ya sudah saya berangkat) eksperimen," sambungnya.
Menurut Noe Letto, pejabat yang bisa membuat standar harus berani mengambil risiko.
Noe tentu tidak bisa meminta orang lain untuk mengambil risiko atas idenya sehingga akhirnya mengajukan diri.
"Kenapa posisi TA tepat? Itu jauh lebih enak daripada posisi masuk lewat partai, karena nanti kamu patuh sama partai," jelasnya.