Lantas masalah apa yang ingin diselesaikan Noe Letto dengan menjadi TA DPN?
Noe rupanya melihat masalah Negara Indonesia saat ini adalah pemerintah dan rakyat yang dipecah belah.
Pemerintah dan rakyat tidak saling percaya karena buruknya komunikasi sehingga saling berprasangka buruk.
Untuk menjembatani pemerintah dan rakyat, Noe memiliki sebuah ide dengan memanfaatkan Artificial Intelligence alias AI.
Dalam waktu dekat, Noe akan merilis platform www.balungpisah.id untuk rakyat bisa mengungkap kriteria pejabat yang mereka inginkan.
"Saya akan jadi pejabat yang melakukan semua kriteria yang disetujui rakyat. Yang mengolah data itu AI kemudian, sehingga 'jembatan' di sini akan dibersihkan dari emosional," terang Noe.
Di kesempatan yang sama, Noe Letto mengaku akan mengundurkan diri apabila masukan-masukannya sebagai Tenaga Ahli tidak didengar.
"Kalau tidak didengarkan yo piye (ya gimana). Tapi kalau ternyata saya lama di sana ngasih rekomendasi dan nggak kepake juga, ya tinggal keluar, tinggal resign," jawab Noe dengan santai.
"Karena memang tidak ada gunanya di sana. Kita lihat setahun aja," tandasnya.
Baca Juga: Terpopuler: Rekam Jejak Noe Letto dan Frank Hutapea, Daftar Shio Paling Cuan Tahun Kuda Api
Kontributor : Neressa Prahastiwi