Suara.com - Marshanda membagikan kisah emosional tentang perjuangan 17 tahun melawan gangguan bipolar melalui akun Instagram-nya.
Dalam unggahan tersebut, artis 36 tahun ini menampilkan sisi paling rapuh dirinya sebagai bentuk kejujuran dan transparansi kepada pengikut setianya.
Marshanda menegaskan bahwa platform media sosialnya tidak hanya untuk berbagi pencapaian, tetapi juga realitas kehidupan yang menyakitkan.
Bintang series Induk Gajah ini menyampaikan bahwa proses penyembuhan kesehatan mental bukan perjalanan lurus dan bahagia, melainkan penuh gelombang emosi.
Mantan istri Ben Kasyafani itu mengaku kesedihan akibat diagnosis bipolar yang diterimanya justru baru benar-benar dirasakan setelah waktu berjalan sangat lama.
Marshanda menyadari bahwa selama ini dirinya mampu bertahan karena penyangkalan, meski perasaan terdalamnya tidak pernah benar-benar diproses.
Ibunda Sienna Ameerah Kasyafani ini menerima kondisi bipolar sepenuhnya dan bertanggung jawab atas kesehatan emosional, spiritual, serta fisiknya.
Bersama unggahan tersebut, Marshanda membagikan tangkapan layar percakapan panjang yang dia kirimkan kepada sang ibunda.
Baca Juga: Bukan Tak Mau Berjuang, Marshanda Ungkap Alasan Ogah Banding Hak Asuh Anak 10 Tahun Lalu
"Karena hal kecil yang baru terjadi, aku tiba-tiba merasa bipolar membuatku jadi orang sial," bunyi penggalan chat Marshanda.
"Aku merasa kecil, merasa tidak beruntung seperti orang yang tidak punya gangguan mental," katanya menyambung.
![Marshanda. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/22/50696-marshanda.jpg)
Putri artis Riyanti Sofyan itu merasa dirinya tidak mampu dan tidak pantas mendapatkan hal-hal yang bisa membuatnya bahagia.
Dalam pesan berikutnya, artis yang biasa disapa Caca ini mengungkap kebingungan mendalam dengan kalimat, "Aku lupa caranya dulu bisa jadi orang yang kuat."
"Ku lupa bagaimana dulu bisa berpikir positif dan menyebarkan semangat pemberdayaan kepada banyak orang," tuturnya.
Marshanda mengaku baru sekali merasakan perasaan ini setelah 17 tahun didiagnosis bipolar karena sebelumnya selalu mengabaikan fakta tersebut dengan hidup normal.
"Selama ini aku seperti berkembang, bikin konten, seminar, dan komunitas penyembuhan," ucapnya.
Namun, Marshanda menyadari bahwa di balik semua aktivitas itu, dirinya belum benar-benar berduka atas diagnosis bipolar tersebut.
"Baru sekarang aku sedih dan patah hati, detik ini juga," imbuhnya.
Marshanda juga menuliskan bahwa mungkin dirinya berada dalam penyangkalan selama 17 tahun terakhir.
Dia mengaku menangis sambil berpikir harus hidup dengan bipolar sepanjang hidupnya, meski menyadari 17 tahun adalah waktu lama.
Meski menyakitkan, Marshanda menilai kesedihan mendalam ini sebagai proses penting untuk memahami kondisi dirinya secara lebih dalam.
Dia percaya penerimaan penuh akan membuatnya mampu terus menjadi ibu yang baik, seniman yang jujur, dan penyembuh yang berdampak.
Kontributor : Chusnul Chotimah